Penjara di Cina Sediakan Fasilitas Belanja Online untuk Napi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para narapidana dan tahanan di penjara yang terletak di provinsi Guangdong di Cina dibolehkan berbelanja secara online. [ASIA ONE]

    Para narapidana dan tahanan di penjara yang terletak di provinsi Guangdong di Cina dibolehkan berbelanja secara online. [ASIA ONE]

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjara Congua di provinsi Guangdong, Cina menyediakan platform belanja online kepada para narapidana alias napi.

    Penjara Conghua pada hari Rabu, 5 Juni 2019 mulai mengoperasikan platform belanja online bagi napi. Ini yang pertama di Cina.

    Baca juga: Penjara di Meksiko ini Bikin Narapidana Betah

    Biro Administrasi Penjara pada Januari 2019 menunjuk penjara Congua sebagai pilot untuk menyediakan sistem belanja online bagi napi.

    Selama uji coba periode Januari hingga April, para napi melakukan pesanan lebih dari 13 ribu kali untuk lebih dari 400 ribu item yang dijual. Selama itu, tidak ada produk yang dikembalikan atau dipersoalkan.

    Platform belanja online diletakkan di setiap lantai bangsal napi. Napi dapat memilih item yang dibutuhkan dari 200 komoditi dalam 28 kategori termasuk barang kebutuhan sehari-hari, perlengkapan sekolah, makanan yang dikemas tanpa klip, rokok, dan hadiah.

    Baca juga: Nyaman di Penjara Dubai, 11 Narapidana Wanita Enggan Pulang

    Produk yang ditawarkan oleh platform ini meningkat 60 persen dibandingkan saat belanja offline dengan cara napi mencatat produk yang dibutuhkan dan diserahkan kepada sipir penjara untuk membelinya.

    Untuk dapat mengakses platform belanja online, setiap napi menggunakan sidik jari sebagai password.

    Produk yang dibeli kemudian diperbolehkan disimpan di kulkas dengan memberi label nama napi di setiap produk yang disimpan.

    Napi hanya diizinkan berbelanja online sekali dalam sebulan dengan batas waktu belanja 15 menit untuk setiap napi. Untuk menghemat waktu, napi dapat memilih produk dari daftar belanjaan yang dicetak lalu memesannya secara online.

    Baca juga: 5 Penjara Terburuk di Dunia

    Jumlah uang yang dikeluarkan napi setiap belanja online rata-rata 300 yuan.

    "Awalnya, saya tidak bisa mengoperasikan plaform itu, jadi saya hanya menghindar untuk menggunakannya," kata seoran napi berusia 52 tahun.

    "Dengan bantuan polisi dan napi lainnya, secara perlahan saya jadi tahu. Ini akan lebih membantu saya beradaptasi dengan masyarakat nantinya, setelah saya bebas dari penjara."

    Manfaat lain yang dirasakan napi dengan belanja online, menurut beberapa napi adalah, produk lebih cepat diterima. Jika belanja lewat sipir produk baru terima sebulan lamanya. Sedangkan dengan belanja online hanya produk datang hanya beberapa hari lamanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?