Viral Gadis Kolombia Terobos Keamanan untuk Temui Paus Fransiskus

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Valery Sanchez (kiri) dan Gabriela Atehortua (kanan). [Khaleej Times/Kelly Clarke]

    Valery Sanchez (kiri) dan Gabriela Atehortua (kanan). [Khaleej Times/Kelly Clarke]

    TEMPO.CO, Jakarta - Video viral seorang bocah perempuan Kolombia memenerobos kerumunan dan pagar keamanan hanya untuk menyerahkan surat kepada Paus Fransiskus saat berkunjung ke UEA.

    Menurut laporan Khaleej Times, yang dikutip 9 Februari 2019, gadis Kolombia itu bernama Valery Sanchez dan telah tinggal di Uni Emirat Arab dua tahun lebih. Dia adalah putri dari Andres Sanchez Rios, tahanan yang dipenjara di Aweer Central Jail.

    Bersama dengan temannya gadis kecil berusia enam tahun, Gabriela Atehortua, nekat menerobos kerumunan dan berlari ke arah Paus.

    Baca: Setelah Maduro, Juan Guaido Juga Minta Bantuan Paus Fransiskus

    Petugas keamanan segera memerintahkan mobil iring-iringan Paus untuk berhenti sehingga beliau bisa menyapa kedua bocah. Ayah Gabriela sama seperti ayah Valery, ia juga ditahan di Dubai.

    Aksi keduanya terhadap Paus adalah tindakan putus asa untuk memohon pengampunan bagi ayah mereka dan berharap suatu hari mereka akan bertemu kembali dengan ayahn mereka.

    "Kami mencoba mendekati Paus karena di beberapa negara yang ia kunjungi, kadang-kadang diberikan amnesti untuk pembebasan napi tanpa kekerasan. Kami melihatnya sebagai satu-satunya harapan kami," kata Andrea Sanchez dan Jessica Atehortua, ibu dari para gadis, kepada Khaleej Times di Dubai.

    Sekarang, mereka berharap mendapatkan surat lain, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, kepada Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA dan Penguasa Dubai.

    "Kami telah menulis kepadanya, menceritakan kisah kami. Dia baik. Kami berharap dia akan menerimanya," kata ibu kedua gadis.

    Dalam pertemuan yang mengharukan yang tertangkap kamera pada Selasa, Valerie dan Gabriela menyelinap di bawah pagar keamanan, yang memisahkan kerumunan dari Paus. Keduanya berlari di gema sorakan dari penonton di Stadion Olahraga Zayed, mereka langsung menuju ke mobil Paus yang berjalan sambil menangis.

    Malamnya ketika Paus naik pesawat untuk terbang kembali ke Vatikan, dia memuji keberanian Gabriela.

    "Anak ini punya masa depan!" kata Paus selama penerbangan pulang, dikutip dari Daily Mail. "Saya suka itu. Anda harus berani melakukan itu."

    Baca: Paus Fransiskus Akui Biarawati Alami Pelecehan Seksual oleh Uskup

    Dalam dokumen yang diperoleh Khaleej Times menunjukkan kedua ayah mereka ditangkap pada Juli 2015 karena perampokan rumah. Mereka kemudian dijatuhi hukuman 13 tahun penjara pada Februari 2016.

    "Negara ini indah tetapi kami menderita di sini tanpa suami kami. Mereka sangat menyesali apa yang telah mereka lakukan, mereka meminta pengampunan. Mereka juga ingin meminta maaf kepada pengadu mereka. Bagi kami, kami hanya ingin putri kami dipersatukan kembali dengan mereka ayah untuk selamanya," kata ibu kedua gadis.

    Baca: Paus Fransiskus Ditantang Jadi Vegan, Hadiahnya Rp 13,9 Miliar

    Karena masalah keuangan, Valery belajar di Dubai tetapi Gabriela tidak sekolah. Namun, isinya, bersama dengan ibu Andres, tidak mau meninggalkan UEA ke Kolombia.

    Setelah pertemuan mereka dengan Paus Fransiskus pada hari Selasa, para ibu gadis Kolombia mengatakan kedua anak itu berdoa tidak akan lama sampai mereka dapat pulang ke Kolombia, masing-masing dengan menggandeng tangan ayah mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh di Panggung, Riuh di Cyber

    Di dunia maya, adu cuitan dan status jauh lebih ramai antara pendukung dan juru bicara kedua kubu.