Penarikan Pasukan, Rusia Siap Memediasi Amerika dan Taliban

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Taliban Afganistan di kantor pusatnya di Doha Qatar. [EXPRESS TRIBUNE]

    Pemimpin Taliban Afganistan di kantor pusatnya di Doha Qatar. [EXPRESS TRIBUNE]

    TEMPO.CO, Jakarta - Rusia siap membantu Amerika Serikat dalam bernegosiasi dengan kelompok radikal Taliban dalam rencana penarikan pasukan militer Negara Abang Sam itu dari Afganistan. Informasi itu disampaikan sumber di Kementerian Luar Negeri Rusia seperti diwartakan kantor berita RIA, Kamis, 7 Februari 2019.

    Dikutip dari reuters.com, Kamis, 7 Februari 2019, komentar itu muncul sehari setelah Rusia menjadi tuan rumah perundingan damai antara Taliban dan politisi oposisi di Afganistan. Sumber di Taliban mengatakan belum ada kesepakatan dengan Amerika Serikat terkait kapan pasukan militer Amerika Serikat harus angkat kaki dari Afganistan, namun negosiasi telah dilakukan.

    Baca: Serangan Taliban di Afganistan, Puluhan Orang Tewas

    Petugas keamanan Afganistan memeriksa lokasi terjadinya bom mobil di Kabul, Afganistan, 15 Januari 2019. Pejuang Taliban bertanggung jawab atas serangan bom mobil tersebut yang menewaskan 4 orang. REUTERS/Mohammad Ismail

    Baca: Pertama Kali, India Lakukan Pertemuan dengan Taliban

    Kelompok garis keras Taliban sedang berupaya mengeluarkan seluruh pasukan asing dari Afganistan dalam hitungan bulan.

    "Ini baru langkah awal yang akan berlanjut dengan harapan terwujudnya perdamaian suatu hari nanti di Afganistan," kata Sher Mohammed Abbas Stanikzai, pejabat tinggi Rusia, seperti dikutip dari themoscowtimes.com, Kamis, 7 Februari 2019.

    Pemerintah Afganistan menolak inisiatif pertemuan pada 5 Februari - 6 Februari yang diselenggarakan Moskow setelah Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka hampir mencapai kesepakatan dengan Taliban untuk mengakhiri perang Afganistan yang sudah berlangsung 18 tahun. Diantara kesepakatan itu adalah penarikan pasukan asing.

    Pemerintah Afganistan telah secara terbuka mengungkapkan kekhawatiran jika Amerika Serikat meninggalkan Afganistan - itu sama dengan memberi keleluasaan pada Taliban. Taliban saat ini telah mengendalikan hampir separuh wilayah Afganistan. Kelompok radikal itu juga menolak berdialog dengan otoritas berwenang Afganistan hingga tercapainya kesepakatan penarikan pasukan asing dari Afganistan, termasuk 14 ribu pasukan dari Amerika Serikat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh Penguasaan Lahan Melibatkan Kubu Jokowi dan Prabowo

    Serangan Jokowi kepada Prabowo pada Debat Pilpres putaran kedua memantik keriuhan. Jokowi menyebut lahan yang dimiliki Prabowo di Kalimantan dan Aceh.