Selasa, 25 September 2018

Serangan Taliban di Afganistan, Puluhan Orang Tewas

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masyarakat berkumpul di sekitar lokasi ledakan bom ranjau darat di kota Jalalabad, Afganistan, 31 Juli 2018. Hingga kini belum diperoleh pernyataan dari Taliban terkait ledakan bom di pinggir jalan itu. REUTERS/Parwiz

    Masyarakat berkumpul di sekitar lokasi ledakan bom ranjau darat di kota Jalalabad, Afganistan, 31 Juli 2018. Hingga kini belum diperoleh pernyataan dari Taliban terkait ledakan bom di pinggir jalan itu. REUTERS/Parwiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Sedikitnya 39 militan dan 14 tentara tewas menyusul serangan kelompok bersenjata di pintu kota strategis dekat Kabul, Afganistan, Kamis malam, 9 Agustus 2018, waktu setempat.

    Laporan Al Jazeera, Jumat 10 Agustus 2018, menyebutkan, sekelompok pria bersenjata dari Taliban menyerang Ghazni di sebelah timur ibu kota Afganistan. Akibat serangan tersebut sejumlah orang tewas dan puluhan lainnya cedera sebelum pasukan Afganistan memukul mudur ke luar kota.

    Baca: Kelompok Bersenjata Tembaki Pusat Pelatihan Bidan di Afganistan

    Pasukan keamanan berjaga di sekitar lokasi meledaknya bom ranjau darat di kota Jalalabad, Afganistan, 31 Juli 2018. Kepolisian setempat menduga ranjau darat itu dipasang oleh kelompok Taliban. REUTERS/Parwiz

    "Serangan ke Kota Ghazni berlangsung pada malam Jumat," kata pejabat keamanan Afganistan yang tak bersedia disebutkan namanya. Beberapa jam kemudian, tulis Al Jazeera, Taliban mengaku menguasai beberapa kawasan di ibu kota.

    Juru bicara Kementerian Pertahanan Afganistan, Mohammad Radmanish, mengatakan, angkatan bersenjata memberikan dukungan polisi menghadapi kelompok bersenjata Taliban. "Saat ini, kota sudah dikuasai kembali pasukan pemerintah."Anggota Taliban membawa senjata mereka saat merayakan gencatan senjata di Nangarhar menuju Kabul, Afganistan, Sabtu, 16 Juni 2018. Gencatan senjata yang dilakukan Taliban untuk merayakan Idul Fitri itu jarang terjadi. AP Photo

    Usai memukul mundur, polisi melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah untuk menemukan Taliban dan mengetahui bagaimana mereka bisa menyusup ke dalam kota berjarak 120 kilometer dari Kabul.

    Baca: Taliban Berunding dengan Amerika Serikat Soal Afganistan

    Baz Mohammad Hemat dari rumah sakit di Ghazni menerangkan kepada media, sedikitnya 14 pasukan keamanan tewas dan 20 korban lainnya luka-luka akibat pertempuran dengan Taliban.

    Kepala Kepolisian Provinsional Ghazni, Farid Ahmad Mashal mengatakan kepada kantor berita Associated Press, mayat militan Taliban bergelimpangan di jalan setelah adu senjata dengan petugas keamanan Afganistan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Haringga Sirla, Korban Ketujuh Ricuh Suporter Persib dan Pesija

    Haringga Sirla menjadi korban ketujuh dari perseteruan suporter Persib versus Persija sepanjang 2012 sampai 2018.