Puluhan Pesawat Jet Pribadi Milik Pengusaha Arab Saudi Terlantar

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ini merupakan salah satu pesawat pribadi paling mahal di dunia, pangeran Alwaleed bin Talal al-Saud, asal kerajaaan Arab Saudi. Pangeran tersebut membeli sebuah pesawat Airbus A380, yang mampu menampung 800 orang. Namun pangeran Alwaleed mengubah seluruh interior pesawat tersebut, menjadi sebuah pesawat yang sangat mewah. Dailymail.co.uk

    Ini merupakan salah satu pesawat pribadi paling mahal di dunia, pangeran Alwaleed bin Talal al-Saud, asal kerajaaan Arab Saudi. Pangeran tersebut membeli sebuah pesawat Airbus A380, yang mampu menampung 800 orang. Namun pangeran Alwaleed mengubah seluruh interior pesawat tersebut, menjadi sebuah pesawat yang sangat mewah. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Kampanye antikorupsi Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman terhadap para pangeran dan pengusaha elit Saudi berdampak ke industri jet pribadi kerajaan.

    Puluhan pesawat, yang dimiliki oleh perorangan dan perusahaan charter, bernilai ratusan juta dolar, terlantar di bandara di seluruh kerajaan termasuk Riyadh dan Jeddah, ungkap empat orang yang mengetahui informasi tersebut kepada Reuters, seperti dilansir dari Aljazeera, 10 Januari 2019.

    Baca: Arab Saudi Kumpulkan Rp 191 Triliun dari Kampanye Antikorupsi

    Beberapa jet pribadi diserahkan kepada negara dalam kesepakatan yang dicapai setelah pembersihan pada akhir 2017, ketika puluhan pangeran, pengusaha dan pejabat pemerintah ditangkap.

    Sementara pesawat jet pribadi milik yang lain terkena larangan bepergian atau enggan untuk menerbangkan pesawat karena mereka khawatir kemungkinan ditindak oleh pemerintah.

    Airbus A380 ini dipesan Pangeran asal Arab Saudi, Alwaleed bin Talal al-Saud, untuk dijadikan pesawat pribadinya seharga 300 juta pound sterling. Di dalamnya tersedia ruang spa, arena pertunjukan musik, dan garasi khusus mobil Rolls Royce milik Sang Pangeran. planespotters.net

    Pemerintah Saudi belum berkomentar atas kasus in. Otoritas Umum Penerbangan Sipil Saudi mengatakan pertanyaan-pertanyaan tentang dampak gerakan anti-korupsi pada industri jet pribadi berada di luar wewenangnya dan mengatakan tugasnya hanya berhubungan pada penerbangan swasta mencakup operasi, keselamatan dan peraturan.

    Baca: Arab Saudi Rombak Hotel Ritz-Carlton Jadi Rumah Tahanan

    Pesawat pribadi yang terlantar, yang menurut sumber dalam pemerintahan mencapai sekitar 70 unit, termasuk pesawat Bombardier dan Gulfstream.

    Ada juga pesawat Airbus dan Boeing yang lebih besar yang lebih sering dikaitkan dengan maskapai komersial tetapi sering digunakan di Timur Tengah sebagai jet pribadi.

    Pangeran Alwaleed bin Talal, milioner kaya yang ditangkap Komisi Anti Korupsi Arab Saudi, memiliki dua pesawat pribadi, yaitu Boeing 747-400 dan Airbus A380. Pesawat 747-400 miliknya dirancang ulang dengan sebuah kursi tahta megah dan mewah terletak di tengah ruang tamu. news.gr

    Boeing 737 MAX atau Airbus A320neo ditaksir seharag US$ 130 juta (Rp 1,8 triliun), meskipun biaya itu belum mencakup fasilitas tambahan jet seperti teknologi dan interior mewah.

    Fasilitas ini dapat mencakup kamar tidur pribadi, ruang rapat, dan bahkan peralatan olahraga.

    Baca: Korupsi, Arab Saudi Menahan Pangeran dan Pecat Menteri

    Jumlah jet pribadi yang terdaftar di Arab Saudi ada 129 pada Desember 2018 dibandingkan dengan 136 unit pada 2017, menurut data FlightAscend Consultancy.

    Pesawat jet pribadi menawarkan fleksibilitas orang kaya di Arab Saudi karena tidak seperti pesawat komersial, pesawat jet pribadi tidak bergantung pada waktu kedatangan dan keberangkatan, serta memungkinkan perjalanan lebih cepat dan aman.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.