Pusat Hiburan Senilai Rp 38,1 T Dibangun di Riyadh, Arab Saudi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangunan mewah hotel Ritz Carlton di Riyadh, Arab Saudi. Salah seorang yang ditahan di hotel tersebut sejak Minggu (05/11) adalah pebisnis Arab Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal. ritzcarlton.com

    Bangunan mewah hotel Ritz Carlton di Riyadh, Arab Saudi. Salah seorang yang ditahan di hotel tersebut sejak Minggu (05/11) adalah pebisnis Arab Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal. ritzcarlton.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pusat hiburan segera dibangun di Riyadh, ibukota Arab Saudi setelah puluhan tahun dilarang. Rencana pembangunan pusat hiburan seluas 100 ribu meter persegi itu resmi diumumkan pada hari Rabu, 2 Januari 2018.

    Seperti dilansir dari Reuter, Perusahaan Saudi Entertainment Ventures Company atau SEVEN, perusahaan yang seluruh dananya disubsidi dari dana kerajaan, akan membangun pusat hiburan di Riyadh.

    Baca: 6 Perubahan Terbesar Terjadi di Arab Saudi Tahun 2018

    Untuk tahap awal, SEVEN menggelontorkan dana pembangunan pusat hiburan itu sebesar 2,1 miliar pound sterling atau setara dengan Rp 38,1 triliun. Perusahaan ini menggandeng mantan bos Disney, Bill Ernest.

    Perusahaan ini nanti akan membangun 20 pusat hiburan di lokasi tersebut seperti pusat kebugaran dan olahraga, restoran, ruang terbuka untuk acara live perfomance, dan bioskop.

    Baca: Gelar Reformasi Ekonomi, Saudi Bikin 84 Hotel Tahun Ini

    Selain menghibur rakyat Arab Saudi, pembangunan pusat hiburan di Riyadh juga untuk menyediakan lapangan pekerjaan, membuat norma-norma sosial jadi lebih bebas dan diversifikasi ekonomi setelah selama bertahun-tahun fokus di sektor ekspor minyak.

    Meski Arab Saudi sudah mengumumkan rencana membangun pusat hiburan di Riyadh, namun tidak ada penjelasan besarnya investasi.

    Baca: [Slide] Ini 6 Reformasi Arab Saudi Besutan Raja Salman

    Selain itu, bisnis pusat hiburan di Riyadh akan menghadapi tantangan tentang masuknya investor dari luar setelah pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi pada Oktober 2018. Milioner Inggris, Richard Branson telah membatalkan dua proyek turisme yang didukung pendanaan publik di sepanjang pantai Laut Merah. Belum ada kabar tentang kerja sama lanjutan di bisnis turisme Arab Saudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.