[Slide] Ini 6 Reformasi Arab Saudi Besutan Raja Salman

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud berbincang dengan putranya, Pangeran Mohammed bin Salman. REUTERS

    Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud berbincang dengan putranya, Pangeran Mohammed bin Salman. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengalaman unik dialami Zeina Farhan, 32, yang sedang berjalan di pusat perbelanjaan di Riyadh, Arab Saudi, sambil membiarkan kerudungnya tersimpang di pundak. Tiba-tiba mobil polisi syariah Saudi mendekat.

    "Tolong kenakan kerudung Anda pada saat waktu salat," kata petugas yang turun dari mobil. Zeina menjawab,"Baik." Lalu, petugas itu mengucapkan terima kasih dan melaju dengan mobilnya.

    Baca: Arab Saudi Akhirnya Hapus Larangan Menonton di Bioskop

     

    Bagi Zeina ini peristiwa mengejutkan karena polisi syariah biasanya terkenal tegas bahkan kaku dan galak. Warga bisa terkena sanksi denda hingga penjara jika dinilai melanggar aturan. "Melihat mereka seperti tadi menunjukkan banyak hal telah berubah," kata Zeina.

    Baca: Arab Saudi Tangkap Pangeran Alwaleed di Kamar Tidur

     

    Kepada media Guardian, Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed Bin Salman, mengungkapkan visinya. "Kami sedang kembali ke Islam moderat, yang terbuka terhadap dunia dan semua agama," kata Mohammed, 32, pada 24 Oktober 2017. "70 persen warga negara kami berusia lebih muda dari 30 tahun. Sejujurnya, kami tidak ingin buang waktu 30 tahun lagi untuk melawan pemikiran ekstrim. Kami akan menghancurkannya sekarang dan segera."

    Berikut ini sejumlah langkah reformasi yang telah terjadi di Arab Saudi sejak Raja Salman memimpin pada 2015 dan dibantu Putra Mahkota, Pangeran Mohammed Bin Salman, seperti dilansir sejumlah media:


     GUARDIAN | TELEGRAPH | AL ARABY
    :


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.