Thailand Negara ASEAN Pertama yang Legalkan Ganja untuk Medis

Pejabat Thailand menunjukkan beberapa ganja sebelum konferensi pers Bangkok, Thailand, Selasa, 25 September 2018. Polisi Thailand menyerahkan sekitar 100 kilogram ganja yang disita untuk digunakan dalam penelitian medis. (Foto AP / Sakchai Lalit)

TEMPO.CO, Jakarta - Parlemen Thailand atau yang dikenal National Legislative Assembly (NLA) mengesahkan amandemen narkotika untuk melegalkan produksi, impor, ekspor, kepemilikan dan penggunaan ganja dan kratom untuk kepentingan medis. Ini menjadikan Thailand sebagai negara ASEAN pertama yang melegalkan ganja untuk medis, setelah sebelumnya Korea Selatan menjadi negara Asia pertama yang melegalkan ganja untuk medis.

Undang-undang sah setelah didukung 166 suara dengan 13 abstain, menurut laporan Bangkok Post, 27 Desember 2018. Namun parlemen memutuskan untuk penambahan anggota komisi pengawas narkotika dari 17 menjadi 25 anggota.

Baca: Polisi Thailand Serahkan 100 Kg Ganja Sitaan untuk Medis

Delapan anggota tambahan adalah sekretaris tetap untuk sktor pertanian dan kepala departemen obat-obatan tradisional dan alternatif Thailand, departemen pekerjaan industri, departemen pelayanan kesehatan, departemen kesehatan kejiwaan, dewan medis Thailand, dewan medis tradisional Thailand dan dewan farmasi Thailand.

Pengunjung menunjukkan kuncup ganja yang dibagikan oleh aktivis Steven Thapelo Khundu dalam Cannabis Expo (Pameran Ganja) di Pretoria, Afrika Selatan, 13 Desember 2018. REUTERS Siphiwe Sibeko

Undang-undang yang disahkan akan memberikan wewenang pada komisi pengawas untuk menyetujui produksi, impor, ekspor serta kepemilikan ganja dan kratom, yang mengikuti regulasi.

UU mengizinkan penggunaan ganja dan kratom untuk kepentingan pemerintah dan medis, perawatan pasien, riset dan pengembangan, pertanian, perdagangan, ilmu pengetahuan dan industri.

Baca: Korea Selatan Hukum Warganya yang Hisap Ganja di Kanada

Secara rinci individu bisa membawa ganja dengan jumlah yang ditentukan untuk perawatan penyakit dengan resep dokter atau petugas medis sertifisi setara. Kepemilikan akan terikat pada syarat yang diajukan oleh komisi pengawasan narkotika.

Baca: Inggris Izinkan Ganja sebagai Obat Mulai 1 November

Individu yang melanggar bisa dikenakan 5 hingga 15 tahun penjara dan/atau denda 1 juta baht atau sekitar Rp 447 juta, tergantung pada ganja atau kratom yang dimiliki.

Amandemen UU narkotika legalisasi ganja dan kratom ini akan berlaku dan menjadi dalil hukum setelah dirilis resmi oleh media pemerintah.






Jadi Unggulan di BWF World Tour Finals 2022, Fajar / Rian Ingin Bawa Pulang Gelar Juara

1 hari lalu

Jadi Unggulan di BWF World Tour Finals 2022, Fajar / Rian Ingin Bawa Pulang Gelar Juara

Dua ganda putra Indonesia menjadi andalan di BWF World Tour Finals 2022.


Thailand Catat Kunjungan 9,4 Juta Turis Asing, Wisatawan Rusia Banjiri Phuket

1 hari lalu

Thailand Catat Kunjungan 9,4 Juta Turis Asing, Wisatawan Rusia Banjiri Phuket

Saat ini, Thailand menerima sekitar 50.000 hingga 60.000 turis asing per hari selama musim ramai.


Honda SUV e: Prototipe Hadir di Pameran Thailand, Kapan ke Indonesia?

2 hari lalu

Honda SUV e: Prototipe Hadir di Pameran Thailand, Kapan ke Indonesia?

Honda Automobile (Thailand) telah memperkenalkan kepada publik mobil konsep Honda SUV e: Prototipe dan Honda Civic Type R.


Dikira Sampah, Petugas Rutan Depok Temukan Ganja dan Sabu

3 hari lalu

Dikira Sampah, Petugas Rutan Depok Temukan Ganja dan Sabu

Petugas Rutan Kelas I Depok menggagalkan upaya penyelundupan narkoba golongan I jenis sabu dan ganja yang disamarkan menjadi sampah


Dugaan Penyelundupan Narkotika di Rutan Depok, Sempat Dikira Sampah

3 hari lalu

Dugaan Penyelundupan Narkotika di Rutan Depok, Sempat Dikira Sampah

Kepala Rutan Depok belum bisa memastikan paket sabu dan ganja itu hendak diselundupkan masuk ke rutan atau sebaliknya.


Honda Monkey 125 Cherry Edition Debut di Thailand Motor Expo 2022

3 hari lalu

Honda Monkey 125 Cherry Edition Debut di Thailand Motor Expo 2022

Tabung BBM motor Honda Monkey 125 Cherry Edition dibalut warna merah anggur beraksen krem triple perak matte senada dengan spakbor dan belakang krom.


Kuil di Thailand Kosong, Seluruh Biksu Dipecat karena Pakai Narkoba

5 hari lalu

Kuil di Thailand Kosong, Seluruh Biksu Dipecat karena Pakai Narkoba

Seluruh biksu, termasuk ketuanya dipecat setelah terbukti menggunakan narkoba di sebuah kuil Buddha di Thailand.


Juara ARRC Thailand 2022 Andi Gilang Rayakan Kemenangan di Sirkuit Mandalika

7 hari lalu

Juara ARRC Thailand 2022 Andi Gilang Rayakan Kemenangan di Sirkuit Mandalika

Setelah berjaya di ARRC Thailand 2022, Andi Gilang menyatakan siap berlaga di kelas manapun pada musim 2023 sesuai keputusan AHRT.


Ganja 500 Kilogram Musnah, Polisi India Sebut Dimakan Tikus

9 hari lalu

Ganja 500 Kilogram Musnah, Polisi India Sebut Dimakan Tikus

Polisi India menuduh tikus telah memakan barang bukti berupa 500 kilogram ganja.


Berkas Perkara Teddy Minahasa Masuk Kembali ke Kejati DKI, 1 Berkas Lagi Menyusul

9 hari lalu

Berkas Perkara Teddy Minahasa Masuk Kembali ke Kejati DKI, 1 Berkas Lagi Menyusul

Kejati DKI Jakarta telah menerima kembali berkas perkara tersangka mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Teddy Minahasa dalam kasus narkoba.