Uskup Los Angeles Mundur Terkait Kasus Pelecehan Seksual Anak

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Uskup Alexander Salazar, 69 tahun, dari Gereja Katholik Roma di Los Angeles, mengundurkan diri terkait kasus pelecehan seksual anak. Los Angeles Times

    Uskup Alexander Salazar, 69 tahun, dari Gereja Katholik Roma di Los Angeles, mengundurkan diri terkait kasus pelecehan seksual anak. Los Angeles Times

    TEMPO.CO, Vatikan - Paus Fransiskus menerima pengunduran Uskup Alexander Salazar, 69 tahun, dari Los Angeles terkait kasus pelecehan seksual anak, yang telah mengguncang Gereja Katholik Roma.

    Baca:

     

    “Dalam pernyataan satu baris, Vatikan menyatakan Alexander Salazar, yang merupakan uskup di Los Angeles, mengundurkan diri,” begitu dilansir Los Angeles Times pada Rabu, 19 Desember 2018 waktu setempat.

    Vatikan juga mempublikasikan surat dari Uskup Agung Jose H. Gomez, yang menyatakan tuduhan pelecehan seksual terhadap anak terkait Salazar, yang merupakan seorang asisten uskup, terjadi pada 1990an.

    Menurut Gomez, gereja LA baru menyadari adanya tuduhan pelecehan seksual anak itu pada 2005, atau setahun setelah Salazar diangkat sebagai seorang uskup.

    Baca:

     

    Gereja LA lalu mengirimkan kasus ini kepada Konggregasi Vatikan untuk Doktrin Keimanan atau Vatican’s Congregation for the Doctrine of the Faith, yang bertugas menginvestigasi pelanggaran para imam.

    Gomez menulis konggregasi menerapkan sejumlah tindakan pencegahan terhadap Uskup Salazar. Soal kasus ini, Gomez melanjutkan, Salazar membantah melakukan kesalahan.

    Sejumlah pengunjuk rasa berdiri sambil membawa karton berisi protes terhadap pelecehan seksual anak di depan Gedung Konferensi Uskup Katholik di Amerika Serikat, Maryland, 12 November 2018. Reuters

    Merasa tidak puas dengan hasil investigasi Vatikan, Gomez mengatakan memproses tuduhan itu lewat lembaga independen yang mengawasi perilaku para imam.

    Baca:

     

    “Temuannya adalah tuduhan itu kredibel dan saya menyerahkan hasil temuan dan rekomendasi soal ini kepada Vatikan untuk membuat keputusan final mengenai status Uskup Salazar,” kata Gomez.

    Reuters melansir Gereja Katholik AS masih merasakan akibat dari laporan juri pengadilan AS yang menemukan ada 301 pendeta di negara bagian Pennsylvania melakukan pelecehan seksual kepada anak-anak selama 70 tahun terakhir.

    Baca:

     

    Nama Salazar kembali muncul terkait pengaduan pelecehan seksual saat Gomez menjadi uskup agung pada 2011 dan memerintahkan kajian ulang mengenai tuduhan yang sudah pernah ada.

    Paus Fransiskus telah memanggil pimpinan dari 110 uskup Katholik dari berbagai negara dan belasan ahli untuk datang ke Vatikan menghadiri pertemuan luar biasa pada 21 – 24 Februari mengenai krisis pelecehan seksual anak-anak oleh para pendeta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.