Israel - Hamas Gencatan Senjata, Menhan Israel Mundur

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam sebuah konferensi perubahan iklim PBB di Paris pada bulan November 2015, terlihat perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas sedang berjabat tangan. Momen ini sangat langka. Sumber: Independent.co.uk

    Dalam sebuah konferensi perubahan iklim PBB di Paris pada bulan November 2015, terlihat perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas sedang berjabat tangan. Momen ini sangat langka. Sumber: Independent.co.uk

    TEMPO.CO, Tel Aviv – Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, mengundurkan diri pada Rabu sebagai protes atas gencatan senjata antara negaranya dan Hamas pasca konflik tiga hari yang berakhir pada Selasa, 13 November 2018.

    Baca:

     

    Lieberman mengecam keras keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang menyepakati gencatan senjata itu. Mundurnya Lieberman ini melemahkan koalisi pemerintahan Netanyahu.

    “Bukan rahasia lagi ada perbedaan pandangan antara Netanyahu dan saya,” kata Lieberman menyebut kesepakatan gencatan senjata itu sebagai bentuk menyerah terhadap teror seperti dilansir ABC News pada Rabu, 14 November 2018 waktu setempat.

    Baca:

     

    Lieberman menyampaikan pengunduran diri ini dalam jumpa pers. Dia mengatakan tidak pernah mendukung kesepakatan gencatan senjata itu, seperti diumumkan Netanyahu. Sebelumnya, Netanyahu mengatakan kabinet koalisi mendukung keputusan untuk melakukan gencatan senjata dengan Hamas. Kabinet menyepakati gencatan senjata yang disponsori Mesir ini setelah rapat selama 7 jam.

    Lieberman mengatakan dia tidak bisa melanjutkan posisinya sebagai menteri Pertahanan setelah keputusan gencatan senjata dibuat. “Saya tidak bisa melihat mata para penduduk di selatan dan keluarga dari tentara yang diculik,” kata dia, yang berasal dari Partai Yisrael Beiteinu.

    Baca:

     

    Keluarnya Lieberman dari koalisi ini membuat pemerintahan Netanyahu hanya menguasai mayoritas tipis kursi di parlemen atau Knesset yaitu 61 kursi dari total 120 kursi. Netanyahu berasal dari Partai Likud.

    Avigdor Lieberman. AP/Lefteris Pitarakis

    Seperti dilansir Times of Israel, konflik antara Israel dan Palestina kembali memanas pasca operasi militer negara Yahudi itu ke Jalur Gaza pada 11 November 2018 untuk membunuh seorang komandan Hamas. Insiden ini menewaskan tujuh orang militan Hamas dan seorang tentara Israel.

    Lieberman meminta Netanyahu untuk bersikap lebih keras menanggapi serangan roket yang dilancarkan Hamas pasca operasi militer Israel. Hamas diperkirakan menembakkan 460 roket, yang menyasar kawasan perumahan di Kota Sderot, yang terletak di Israel selatan. Israel menyatakan menembak jatuh sekitar 100 roket. 

    Baca:

     

    Lieberman juga meminta pemerintah segera menggelar pemilu untuk memilih perdana menteri baru. Dia menuding kesepakatan genatan senjata Israel dan Hamas itu hanya untuk kepentingan jangka pendek dengan mengorbankan kepentingan jangka panjang. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.