Tensi di Gaza Memanas, Israel Bombardir Stasiun TV Hamas

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ledakan terlihat saat serangan udara Israel menghantam stasiun televisi Hamas di Kota Gaza, 12 November 2018. [REUTERS / Ahmed Zakot]

    Ledakan terlihat saat serangan udara Israel menghantam stasiun televisi Hamas di Kota Gaza, 12 November 2018. [REUTERS / Ahmed Zakot]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat tempur Israel mengebom studio stasiun televisi Hamas di Jalur Gaza setelah tensi antara Hamas dan Israel memanas.

    Tidak ada klaim korban dalam serangan udara di stasiun televisi Al-Aqsa pada Senin, yang menghancurkan sejumlah tempat di Kota Gaza dan merusak gedung-gedung di dekat studio, seperti dilaporkan dari Reuters, 13 November 2018.

    Baca: Menyamar Jadi Wanita, Pasukan Khusus Israel Bunuh Komandan Hamas

    Banyak penduduk setempat telah melarikan diri setelah Israel mengimbau penduduk untuk mengungsi dan meluncurkan sedikitnya lima rudal tanpa peledak sebagai tembakan peringatan.

    Televisi Al-Aqsa, yang mengambil nama masjid di situs suci Yerusalem, mengatakan akan segera melanjutkan siaran.

    Roket militan Palestina yang menyerang Israel terlihat di Gaza, 12 November 2018.[REUTERS/Ahmed Zakot]

    Pada Selasa, militan Palestina di Gaza membombardir Israel dengan puluhan roket dan mortir sementara pesawat Israel membalas dengan serangan udara.

    Pertempuran ini merupakan yang paling intens sejak perang Gaza 2014.

    Para pejabat Palestina mengatakan, seperti dilansir dari Dailymail.co.uk, sedikitnya tiga orang, termasuk dua militan, tewas oleh tembakan Israel dan sembilan orang terluka.

    Baca: Rumah Sakit Indonesia di Gaza Keserempet Serangan Udara Israel

    Di Israel, organisasi penyelamatan nasional mengatakan setidaknya tujuh orang terluka, termasuk seorang prajurit berusia 19 tahun yang kini dalam kondisi kritis.

    Pertempuran itu, yang dipicu oleh serangan militer Israel yang gagal di Gaza.

    Kepulan asap dan api terlihat selama serangan udara Israel di Gaza, 12 November 2018.[REUTERS/Ahmed Zakot]

    Sehari sebelumnya, perdana menteri Israel mengatakan akan melakukan segala cara untuk menghindari perang lagi. PBB mengatakan pihaknya bekerja dengan Mesir untuk menengahi aksi pertempuran.

    Baca: PM Israel Setujui Proposal RUU Hukuman Mati untuk Palestina

    Sebelumnya pasukan khusus Israel yang menyamar sebagai perempuan, yang diyakini untuk misi pengintaian, diketahui militan setelah beberapa kilometer menyeberang ke Gaza pada Minggu, memulai pertempuran yang menewaskan tujuh militan, termasuk seorang komandan Hamas dan seorang perwira militer Israel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.