Kamis, 22 November 2018

Twitter Hentikan Sementara Akun Ulama Garis Keras Pakistan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ulama ultra-kanan Pakistan Khadim Hussain Rizi [Washington Times]

    Ulama ultra-kanan Pakistan Khadim Hussain Rizi [Washington Times]

    TEMPO.CO, Jakarta - Twitter menghentikan sementara akun ulama garis keras Pakistan yang pernyataan-pernyataannya menyerang hakim, perdana menteri, dan aparat militer sehubungan bebasnya Asia Bibi dari hukuman mati dengan cara digantung.

    "Kami mengirim permohonan ke Twitter bahwa akun ini telah mengobarkan kebencian dan kekerasan,' kata dua pejabat senior di Otoritas Telekomunikasi Pakistan kepada Reuters, 5 November 2018.

    Baca: Putusan Bersejarah: Mahkamah Pakistan Batalkan Hukuman Mati "Asia Bibi"

    Twitter telah diminta untuk menghentikan sementara akun ulama ultra-kanan Khadim Hussain Rizvi. Ulama yang juga pemimpin partai Tehreek-e-Labbaik memblokir jalan-jalan di Pakistan dalam unjuk rasa terbesar selama tiga hari pekan lalu sebagai protes atas pembebasan Bibi dari hukuman mati.

    Rizvi bahkan mengancam membunuh majelis hakim Mahkamah Pengadilan yang memutus membebaskan Bibi atas dakwaan menghina Islam dan memerintahkan pembebasannya dari penjara pada Rabu pekan lalu. Rizvi menyerukan agar tukang masak dan pelayan membunuh para hakim tersebut.

    Baca: Pentolan Taliban Pakistan Tewas Ditikam dan Ditembak di Rumahnya

    Bibi, perempuan Kristen, menghabiskan hidupnya selama 8 tahun di dalam penjara untuk menunggu putusan akhir pengadilan tertinggi Pakistan. Bibi dilaporkan gara-gara menghidangkan minuman kepada tetangganya yang Muslim dengan menggunakan cangkir yang bekas pakai. Dan muncullah tudingan Bibi menghina agama tetangganya. 

    TLP mengecam penghentian sementara akun Rizvi seraya menuding hal ini sebagai konspirasi kelompok oposisi.

    Baca: Mengapa pemeluk Kristen di Pakistan kerap menjadi sasaran serangan?

    Usaha membuat kembali akun Twitter ulama ultra-kanan Pakistan ini pada hari Minggu, 4 November, juga berakhir dengan penolakan.

    Twitter belum memberikan tanggapan atas permintaan penghentian sementara akun ulama garis keras Pakistan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.