Rabu, 21 November 2018

Tunangan Jamal Khashoggi Tolak Undangan Trump ke Gedung Putih

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jasad wartawan Jamal Khashoggi, 59 tahun, diduga dimutilasi menjadi tiga bagian dan dimasukkan dalam sebuah koper sebelum di buang ke sumur. Sejumlah laporan menyebut, Khashoggi dibunuh dalam dua jam dan tubuhnya dibuang dalam sebuah kepanikan. Sumber: Image: X80001/mirror.co.uk

    Jasad wartawan Jamal Khashoggi, 59 tahun, diduga dimutilasi menjadi tiga bagian dan dimasukkan dalam sebuah koper sebelum di buang ke sumur. Sejumlah laporan menyebut, Khashoggi dibunuh dalam dua jam dan tubuhnya dibuang dalam sebuah kepanikan. Sumber: Image: X80001/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Hatice Cengiz, tunangan wartawan Jamal Khashoggi, menolak undangan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengunjungi Gedung Putih. Khashoggi, warga negara Arab Saudi, tewas dibunuh pada 2 Oktober 2018 di kantor konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki. 

    “Pernyataan yang dibuat Trump pada hari pertama (Khashoggi hilang) dan setelahnya, sangat jauh berbeda. Mereka membuat pernyataan sederhana untuk mendapatkan simpati publik,” kata Cengiz, dalam wawacara dengan Haber Turk, sebuah stasiun televisi milik pemerintah Turki.       

    Baca: Hatice Cengiz: Jamal Khashoggi Khawatir saat Datangi Konjen Saudi 

    Tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz. [aksahaber.org]

    Pernyataan Cengiz itu bertolak belakang setelah pada akhir pekan lalu dia memberikan sinyalemen bakal mengunjungi kota Washington. Niat itu dengan catatan, jika Trump membuat sebuah kontribusi yang tulus dalam upaya mengungkap apa yang terjadi di dalam kantor konsulat jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018. Ketika itu dia mengatakan akan mempertimbangkan undangan Trump ke Gedung Putih. 

    Dikutip dari CNN.com, Sabtu, 27 Oktober 2018, Cengiz mengatakan dia hanya akan datang ke Gedung Putih jika pemerintah Trump mengambil langkah nyata pada kasus pembunuhan tunangannya itu. Khashoggi mengasingkan diri ke Amerika Serikat sejak 2017 dengan menggunakan green card. Selama di Amerika Serikat, dia rutin menulis kolom di surat kabar Washington Post.      

    “Saya rasa saya tidak akan ke Amerika Serikat. Apakah saya akan pergi atau tidak, itu tergantung pada suasana hati saya,” ujarnya.   

    Baca: Regu Pembunuh Diduga Panik Saat Tunangan Jamal Khashoggi Telepon 

    Menurut Cengiz, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, telah meneleponnya beberapa hari setelah Presiden Trump mengirimkan undangan padanya. Kepada Cengiz, Pompeo mengatakan pihaknya belum mengantungi banyak informasi sejauh ini.

    Selain Pompeo, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, juga sudah menelepon Cengiz. Erdogan ingin seluruh pihak yang terlibat dalam kasus terbunuhnya Khashoggi bisa memberikan kesaksian demi rampungnya investigasi yang penuh emosi menyakitkan dna mereka yang bertanggung jawab, dibawa ke meja hijau.   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.