Rabu, 19 Desember 2018

Petugas Intel Ditangkap Amerika, Cina Sebut Tuduhan Palsu

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Mata-Mata Cina. Infowars

    Ilustrasi Mata-Mata Cina. Infowars

    TEMPO.CO, Beijing – Pemerintah Cina menuding penangkapan Xu Yanjun, yang diduga petugas intelnya, oleh Amerika Serikat berdasarkan tuduhan yang dibuat-buat.

    Baca: 

    Amerika Tangkap Intel Cina, Ekstradisi dari Belgia

    “Kami berharap pihak Amerika bisa bersikap adil dan mengikut undang-undang, menjaga hak hukum dari warga Cina,” kata Lu Kang, juru bicara kementerian Luar Negeri Cina, dalam jumpa pers rutin pada Kamis, 11 Oktober 2018 waktu setempat seperti dilansir Reuters.

    Lu Kang mengatakan ini menanggapi penangkapan Xu Yanjun di Belgia pada April 2018. Biro Penyelidik Federal AS yaitu FBI lalu mengekstradisi Xu ke AS pada Selasa pekan ini.

    Pengacara Xu belum memberikan komentar soal peristiwa ini.

    Ilustrasi yang dirilis Lockheed Martin memperlihatkan satelit Block III GPS mengorbit. Satelit generasi baru ini akan meningkatkan akurasi penggunaan GPS baik untuk sipil maupun militer. AP Photo/Lockheed Martin

    Xu dituding, seperti dilansir Washington Post yang dikutip Reuters, berusaha mencuri berbagai informasi teknologi sensitif dari sejumlah perusahaan antariksa dan penerbangan AS.

    Baca:

    Menurut dakwaan dari kementerian Kehakiman, Xu mengincar sejumlah perusahaan penerbangan sejak Desember 2013. Dia juga mencoba menjalin kontak dengan para ahli yang bekerja untuk perusahaan dan merekrut mereka untuk datang ke Cina. Awalnya, para ahli ini diajak datang untuk memberikan presentasi di universitas dan dibayari ongkos serta uang jalannya.

    Menurut pernyataan dari kementerian Keamanan AS, Xu, yang merupakan deputi direktur untuk Keamanan Negara di Provinsi Jiangsu mengincar sejumlah perusahaan antariksa termasuk GE Aviation, yang merupakan anak perusahaan General Electric Co.

    Perusahaan lain yang menjadi target pencurian teknologi adalah sebuah perusahaan antariksa terbesar dunia. Perusahaan ini juga bergerak di bidang manufaktur pesawat jet komersial, luar angkasa dan sistem keamanan. Sedangkan perusahaan ketiga adalah pemimpin di bidang manufaktur teknologi drone.

    Baca:

    Perusahaan GE Aviation telah menyuplai mesin untuk pesawat besar buatan Boeing, dan Airbus. Saat ini, perusahaan sedang bekerja membuat mesin baru untuk pesawat komersial dan helikopter angkut berat.

    Hukuman maksimal untuk konspirasi dan upaya melakukan espionase ekonomi adalah 15 tahun. Sedangkan tindakan konspirasi dan upaya mencuri rahasia perdagangan bisa diganjar hingga 10 tahun.

    Kementerian Keamanan Negara Cina merupakan lembaga intelijen dan keamanan Cina. Kementerian ini bertanggung jawab atas kegiatan kontraintelijen, intelijen asing dan keamanan politik.

    Ilustrasi Mata-Mata. Hightail.com/Luke Bott

    Menurut Asisten Jaksa Agung AS, John Demers, kasus ini bukan merupakan insiden terpisah. “Ini merupakan bagian dari kebijakan ekonomi menyeluruh untuk membangun Cina dengan merugikan Amerika,” kata Demers. “Kita tidak bisa menoleransi sebuah negara mencoba mencuri senjata kita dan hasil dari kerja otak kita.”

    Baca:

    Ahli keamanan siber mengatakan bekas Presiden Barack Obama dan Presiden Cina, Xi Jinping, pernah mencapai kesepakatan pada 2015 soal espionse siber. Tapi perjanjian ini tampaknya mulai lapuk.

    Menurut Chris Painter, bekas pejabat kementerian Luar Negeri AS, yang terlibat dalam perumusan perjanjian itu, mengatakan bahwa dia tidak terkejut bahwa hubungan itu telah rusak seperti juga perjanjian kedua negara.

    Pada bulan lalu, kementerian Kehakiman juga menangkap seorang warga Cina, yang diduga petugas intel, di Chicago dengan tuduhan melakukan pekerjaan rahasia untuk seorang pejabat tinggi intelijen Cina. Warga negara Cina ini mencoba merekrut para insinyur dan ilmuwan termasuk yang bekerja di perusahaan senjata AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.