Minggu, 21 Oktober 2018

Bos Intel Amerika Sebut CIna Coba Rekrut Mata-mata dari LinkedIn

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jejaring sosial LinkedIn. forbes.com

    Jejaring sosial LinkedIn. forbes.com

    TEMPO.CO, Washington – Kepala Lembaga Kontra Intelijen Nasional dan Pusat Keamanan Amerika Serikat, William Evanina, mengatakan lembaga intelijen Cina menggunakan informasi dari jejaring LinkedIn untuk merekrut orang AS yang memiliki akses di pemerintahan dan rahasia komersil.

    Baca: 

    Peneliti Prancis Sebut Cina Mempunyai 18 Lembaga Intelijen

    Para Bekas Pimpinan Intelijen AS Protes Trump Soal Eks Bos CIA

    Evanina mengatakan LinkedIn telah diberitahu untuk menutup akun-akun penggunanya yang memiliki informasi spesifik seperti itu. Ini karena tim intelijen Cina menggunakan semua informasi di LinkedIn secara agresif.

    “Upaya Cina termasuk berupa mengontak ribuan pengguna LinkedIn dalam sekali waktu,” kata Evanina seperti dilansir Channel News Asia pada Jumat, 31 Agustus 2018.

    Dia tidak menjelaskan berapa banyak akun palsu yang dibuat dinas intelijen Cina untuk mencoba berkomunikasi dengan pengguna LinkedIn yang menjadi targetnya dan berapa yang berhasil direkrut.

    Baca:

    Eks Bos CIA Brennan Sebut Trump Mabuk Kekuasaan, Amerika Krisis

    Peringatan seperti ini pernah disampaikan pemerintah Jerman dan Inggris kepada warga negara mereka bahwa ada upaya perekrutan dari dinas intelijen Cina untuk menjadikan mereka mata-mata.

    Ini pertama kalinya otoritas AS membicarakan ini dan menyebut masalah ini lebih besar dari yang diperkirakan sebelumnya.

    “Baru-baru ini saya melibat Twitter menutup jutaan akun palsu. Dan permintaan saya adalah LinkedIn mungkin bisa melakukan hal serupa,” kata Evanina soal perusahaan sosial media yang dimiliki Microsoft itu.

    Menurut LinkedIn, hal yang tidak biasa bagi seorang pejabat senior intelijen AS untuk menyebut satu nama perusahaan AS dan mempublikasikan rekomedasi yang perlu dilakukan.

    Baca: Terbongkar, Wanita di Kedutaan AS di Moskow Intelijen Rusia

    Saat ini, LinkedIn memiliki sekitar 562 juta pengguna di 200 negara dan wilayah. 149 juta orang diantaranya merupakan warga negara AS.

    Kepala Keamanan LinkedIn, Paul Rockwell, mengkonfirmasi soal adanya pembicaraan antara manajemen perusahaan dengan petugas keamanan soal upaya spionase Cina.

    Sebelum ini, seperti dilansir Adweek, manajemen LinkedIn mengaku telah menutup 40 akun yang teridentifikasi mencoba mengontak pengguna lainnya yang terasosiasi dengan organisasi politik tertentu. Rockwell tidak memastikan apakah akun-akun itu milik orang Cina.

    “Kami melakukan semua yang dapat kami lakukan untuk mengidentifikasi dan menghentikan aktivitas ini,” kata Rockwell kepada Reuters.

    Baca: 

    Dua Mata-mata Iran di Amerika Serikat Ditangkap

    Rockwell enggan menjelaskan berapa akun palsu yang terasosiasi dengan dinas intelijen Cina. Menurut Evanina, LinkedIn menjadi korban dalam permainan ini. Manajemen Facebook pernah dipanggil Kongres AS terkait dugaan jejaring sosial itu digunakan oleh sejumlah orang Rusia untuk mengintervensi pemilu Presiden AS 2016.

    Soal ini, kementerian Luar Negeri Cina membantah tudingan Evanina. “Kami tidak tahu bukti relevan apa dari pejabat Amerika yang Anda kutip hingga bisa sampai pada kesimpulan ini. Apa yang mereka katakan hanya omong kosong saja dan ada motif tersembunyi soal ini,” begitu pernyataan dari kemenlu Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.