Senin, 22 Oktober 2018

Jerman Siap Kirim Bantuan Gempa Donggala Lewat Uni Eropa

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua anak berpose di depan rumah mereka yang rusak pascagempa dan tsunami di Desa Loli Saluran, Kecamatan Banawa, Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu, 3 Oktober 2018. Berdasarkan keterangan Camat Banawa Tasmin, 800 rumah hancur dan rusak berat dan sebagian hilang akibat bencana gempa Donggala, 7,4 SR.  ANTARA/Muhammad Adimaja

    Dua anak berpose di depan rumah mereka yang rusak pascagempa dan tsunami di Desa Loli Saluran, Kecamatan Banawa, Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu, 3 Oktober 2018. Berdasarkan keterangan Camat Banawa Tasmin, 800 rumah hancur dan rusak berat dan sebagian hilang akibat bencana gempa Donggala, 7,4 SR. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Peter Schoof, mengajak sekitar 200 tamu undangan peringatan hari penyatuan Jerman di Hotel Kempinski, Jakarta, mengheningkan cipta sebagai bentuk dukungan bagi korban gempa bumi dan tsunami di ibukota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat 28 September 2018.

    "Musibah gempa bumi ini sangat mengejutkan. Kami berbelasungkawa kepada keluarga korban gempa dan mereka yg terkena dampak akibat gempa ini," kata Duta Besar Schoof, Rabu, 3 Oktober 2018.

    Baca: Korban Meninggal Gempa Donggala dan Tsunami Palu Jadi 844 Orang

    Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Peter Schoof, kiri, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas T. Lembong, kanan, dalam acara peringatan hari bersatunya Jerman barat dan Jerman timur, Rabu, 3 Oktober 2018. Sumber: TEMPO/SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA

    Baca: 4 Langkah Jusuf Kalla Pasca Gempa Donggala dan Tsunami Palu

    Kepada Tempo, Schoof mengatakan Jerman melalui Uni Eropa telah mendonasikan uang bantuan yang total terkumpul sebesar 1,5 juta euro atau Rp 26 miliar. Uang bantuan sebesar ini akan diserahkan ke Palang Merah Indonesia (PMI).

    Schoof juga mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan pemerintah Indonesia untuk mengkonfirmasi bahwa pasukan militer Jerman siap memberikan bantuan. Namun ada mekanisme di Uni Eropa, dimana seluruh anggota memiliki kanal-kanal distribusi.

    "Kami memiliki kemampuan untuk memberikan bantuan dalam bidang pemurnian air, pendirian tempat penampungan, tim penyelamat dan tim ahli yang berpengalaman. Akan tetapi kami faham, ini pekerjaan besar bagi pemerintah Indonesia untuk mengkoordinasi bantuan asing," kata Schoof.

    Sebelumnya Uni Eropa dalam keterangan pada Minggu, 30 September 2018 mengatakan Komisi Eropa sedang mengerahkan sebuah tim ahli ke area gempa untuk membantu mengkoordinasikan bantuan dari Uni Eropa. Bukan hanya itu, Uni Eropa juga telah mengaktifkan saterlit Copernicus yang membantu pemetaan.

    Pusat Koordinasi Gawat Darurat Uni Eropa terus memantau perkembangan di Sulawesi Tengah dan siap memberikan menyalurkan bantuan jika diminta. Komisi Eropa juga sebelumnya telah memobilisasi bantuan pada musibah gempa bumi di Lombok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.