10 Raja Narkoba Terkaya Sepanjang Sejarah

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pablo Escobar [Fox News]

    Pablo Escobar [Fox News]

     

    4. Ochoa Bersaudara

    Jorge Luis Ochoa [thedurglords.com]

    Jorge, Juan David, dan Fabio Ochoa adalah anggota utama kartel narkoba Medellín yang berbahaya selama tahun 1980-an akhir. Tiga bersaudara itu terkenal karena kerjasama mereka di bidang manufaktur, distribusi, dan pemasaran narkoba jenis kokain. Ochoa bersaudara awalnya adalah bagian dari keluarga peternakan yang juga melakukan bisnis dengan restoran keluarga.

    Pergerakan mereka ke dalam bisnis narkoba dimulai selama tahun 1970-an, dan kartel mereka didirikan oleh Jorge. Keluarga Columbus terlibat dalam berbagai penangkapan, dakwaan, dan upaya ekstradisi di berbagai negara, tetapi pada tahun 1984 kekuatan mereka begitu besarnya sampai-sampai kartel itu mengumumkan kepada publik bahwa setiap ekstradisi Kolombia akan menyebabkan sepuluh hakim Kolombia yang terbunuh.

    Jorge terdaftar di Forbes sebagai salah satu dari dua puluh orang terkaya di dunia. Nilai taksiran pribadinya pada 1987 mendekati US$ 3 miliar atau Rp 44,5 triliun dan kekayaan ketiganya mencapai US$ 6 miliar atau Rp 89 triliun.

     

    3. Dawood Ibrahim Kaskar

    Dawood Ibrahim Kaskar [india.com]

    Dawood Ibrahim berasal dari Mumbai, India. Ia mendirikan D-Company, sebuah sindikat kejahatan yang bermarkas di India.
    Pada 2003, ia mendapatkan pangkat teroris global. Pada tahun 2011, ia masuk dalam peringkat ketiga dari sepuluh kriminal paling dicari di dunia.

    Dia dituduh melakukan terorisme, perdagangan narkoba, pemerasan, pembunuhan, dan pembunuhan berencana. Dia saat ini tinggal di Karachi, Pakistan dan diyakini mengendalikan sistem transfer uang yang disebut hawala.

    Hawala adalah metode transfer nilai informal yang bergantung pada pergerakan uang tunai yang diakui dalam jaringan broker uang. Departemen Keuangan Amerika Serikat telah berusaha untuk memantau rute penyelundupan dan pengiriman narkobanya.

    Organisasinya beroperasi di India, Asia Selatan, Afrika, Inggris, Eropa Barat dan Timur Tengah, dan berbagi jaringan serupa dengan al-Qaeda.

    Banyak upaya bersama telah dilakukan untuk membawa Ibrahim ke pengadilan di India, tetapi ia memiliki paspor dan penduduk Pakistan dan laporan mengindikasikan bahwa ia mungkin telah mengalihkan operasi ke perbatasan Pakistan-Afghanistan. D-company juga mempunyai hubungan dengan industri Bollywood, karena banyak studio dan film dibiayai, dan diancam dan diperas olehnya. Film Shootout di Wadala adalah tentang D-Company milik Ibrahim dan pengaruhnya yang semakin besar. Dawood diyakini memiliki kekayaan sebesar US$ 6,7 miliar atau Rp 99,5 triliun.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.