Reese Fallon, Korban Penembakan Toronto, Ingin Jadi Perawat

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Resse Fallon, 18 tahun, merupakan satu dari dua korban tewas dalam peristiwa penembakan massal di kawasan Greektown, Toronto, Kanada, pada Ahad, 22 Mei 2018. FB via The Globe and Mail

    Resse Fallon, 18 tahun, merupakan satu dari dua korban tewas dalam peristiwa penembakan massal di kawasan Greektown, Toronto, Kanada, pada Ahad, 22 Mei 2018. FB via The Globe and Mail

    TEMPO.CO, Toronto - Salah satu korban penembakan massal di kawasan Greektown, Toronto, Kanada, adalah Reese Fallon, 18 tahun, yang baru saja menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas.

    Baca: 

    Korban Tewas Penembakan di Toronto Kanada Jadi 3 Orang

    Penembakan Massal Toronto, 2 Tewas dan 13 Orang Terluka 

    Fallon berencana melanjutkan kuliah jurusan keperawatan di McMaster University. “Selesai sekolah lanjut ke keperawatan di McMaster,” tulis Doug Fallon, ayah Fallon, di akun Facebook seperti dikutip media Globe and Mail.

    Reuters melansir dua orang korban tewas, yang salah satunya adalah anak perempuan berusia sepuluh tahun, dalam peristiwa ini. Pelaku bernama Faisal Hussain, 29 tahun, diduga mengalami gangguan mental dan tewas seusai terlibat tembak menembak dengan polisi setempat.

    Faisal Hussain, 29 tahun, merupakan tersangka penembakan massal di kawasan Greektown, Toronto, Kanada, pada Ahad, 22 Mei 2018. The Star

    13 orang warga terluka tembak dalam peristiwa yang terjadi pada sekitar pukul sepuluh malam, Ahad, 22 Juli 2018. Lokasi penembakan merupakan kawasan yang ramai dengan toko dan restoran. 

    Ketika peristiwa penembakan terjadi, Fallon sedang bersama-sama teman wanitanya merayakan ulang tahun salah seorang rekan. Salah satu teman Fallon juga terluka tembak dalam peristiwa ini.

    Sejumlah petugas polisi dan warga terlihat di lokasi penembakan massal di kawasan Greektown, Toronto, Kanada, pada Ahad, 22 Juli 2018. CTV via Sky News

    Menurut anggota parlemen setempat, Nathaniel Erskine-Smith, keluarga korban sangat terpukul akibat peristiwa ini dan meminta privasi.

    “Fallon merupakan seorang perempuan muda yang cemerlang. Dia penuh energi, bersemangat, dan cerdas serta ingin membuat perubahan di dunia,” kata Erskine-Smith yang mengenal keluarga korban.

    Baca: 

    Penembakan di Hong Kong, Empat Bersaudara Terluka

    Mereka yang Meninggal dalam Penembakan di Capital Gazette

    John Malloy, direktur pendidikan untuk Dewan Sekolah Distrik Toronto, mengatakan Fallon merupakan gadis remaja yang disukai para guru dan teman-temannya. Fallon lulus dari Malvern Collegiate Institute di kota itu.

    “Kami merasa sangat sedih mengetahui salah satu siswa lulusan merupakan korban meninggal akibat kekerasan yang terjadi di daerah Danforth,” kata Malloy.

    Seorang teman Fallon, Frank Hong, 16 tahun, mengenal korban saat menghadiri acara Partai Liberal di Haifax. “Dia memeluk dengan hangat. Dia orang yang sangat baik,” kata Hong mengenang saat mereka berkenalan.

    Hong mengaku terguncang dengan peristiwa penembakan ini, yang terjadi hanya tiga bulan setelah peristiwa serangan mobil van di Yonge Street, yang menewaskan sepuluh orang orang melukai lima belas orang lainnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.