Penembakan di Hong Kong, Empat Bersaudara Terluka

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi membawa tersangka untuk menggelar rekonstruksi penembakan di Taikoo Shing, Hong Kong. Foto: Dickson Lee

    Polisi membawa tersangka untuk menggelar rekonstruksi penembakan di Taikoo Shing, Hong Kong. Foto: Dickson Lee

    TEMPO.CO, Jakarta - Empat bersaudara terluka dalam penembakan bersenjata pada Selasa sore hari, 26 Juni 2018, di taman Quarry Bay, sebelah timur distrik sentral, Hong Kong.

    Stasiun televisi setempat memperlihatkan rekaman seorang lelaki tua yang tergeletak dan seorang korban lainnya terluka di kepala. Total, empat korban dari insiden itu dibawa ambulans untuk diselamatkan.

    Baca: 3 Siswi SD Hong Kong Curi Perhiasan Rp 8,9 Miliar

    Dari empat bersaudara yang terkena tembakan, dua di antaranya kini dalam keadaan kritis, satu orang luka serius, dan satu lainnya dalam keadaan stabil.

    Polisi  telah menangkap seorang perempuan berusia sekitar 40 tahun sebagai terduga pelaku penembakan dan teror. Namun motif penembakan tersebut belum jelas. 

    Dilansir dari South China Morning Post, (SCMP) petugas kontra-terorisme setempat menyatakan penyerangan tersebut bukanlah penembakan acak. Laporan dari Reuters menyebutkan motif dari aksi penembakan itu memang belum jelas, tetapi media setempat melaporkan korbannya terlibat dalam perselisihan keluarga.

    Baca: Kesal Diwarisi Penyakit Eksim, Anak di Hong Kong Bunuh Orang tua

    Mobil polisi saat ini berjaga-jaga di jalan dan sebagian dari taman Quarry Bay yang rimbun itu ditutup.

    Serangan bersenjata ini terbilang mengejutkan karena terjadi di kota yang merupakan salah satu tempat teraman di dunia.

    Kepala eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, mengatakan bekas jajahan Inggris tersebut merupakan tempat yang aman dengan tingkat kejahatan sebanyak 758 kasus dari 100.000 penduduk pada 2017.

    Menurut Lam, kasus penembakan jarang terjadi di Hong Kong. "Kasus yang berkaitan dengan penembakan dan penyerangan sangatlah jarang terjadi, jadi kami akan memperhatikan kasus yang melibatkan senjata api untuk melukai warga lain." 

    ERVIRDI RAHMAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.