Selasa, 25 September 2018

Bekas Wapres Sierra Leone Ditahan, Didakwa Korupsi

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julius Maada Bio bertekad memberantas korupsi di Sierra Leone. [Reuters]

    Julius Maada Bio bertekad memberantas korupsi di Sierra Leone. [Reuters]

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua mantan pejabat tinggi Sierra Leone ditahan oleh pemerintahan baru Presiden Julius Maada Bio pada Kamis, 5 Juli 2018. Keduanya didakwa korupsi.

    Menurut laporan Al Jazeera, Jumat, 6 Juli 2018, bekas Wakil Presiden Victor Foh didakwa melakukan berbagai kesalahan dalam pengelolaan keuangan negara, termasuk penggelapan uang untuk membantu rakyat miskin pergi haji ke Mekkah.

    Baca: Korban Tewas Tanah Longsor di Sierra Leone Capai 1000 Orang

    Warga menyelamatkan barang-barangnya saat banjir yang mengakibatkan longsor di kota Regent, Sierra Leone, 14 Agustus 2017. REUTERS/Ernest Henry

    "Dia melakukan kesalahan dengan membantu orang miskin pergi haji menggunakan uang negara," kata Ketua Komisi Antikorupsi, Francis Ben Kaifala.

    Selain Foh, Kaifala mengatakan kepada kantor berita Reuters, Komisi juga menahan Mansaray Minkailu, bekas Menteri Keuangan Sierra Leone. Dia dianggap terlibat penjualan tambang milik negara kepada sepupu bekas Presiden Ernest Koroma di bawah harga.Presiden Sierra Leone, Ernest Bai Koroma. salonemonitor.net

    "Perang melawan korupsi harus dilakukan. Dan, jika Anda menolak kami, kami akan menyeret Anda ke medan perang. Seandainya Anda bersembunyi dari hukum, Anda jangan terkejut ketika kami mendatangi Anda," ucapnya dalam acara jumpa pers di Freetown. "Kedua bekas pejabat itu kami bebaskan dengan jaminan pada Kamis," kata Kaifala.

    Baca: Tanah Longsor Sierra Leon, Pemerintah Lakukan Penguburan Massal

    Presiden Bio menunjuk Komisi untuk memberantas korupsi yang telah merajalela di Sierra Leone di bawah pendahulunya, termasuk pencurian properti negara dan penyaluran kontrak untuk keluarga pejabat dan teman-temannya. Koroma yang menjadi presiden hingga April 2007 tidak bersedia berkomentar atas tuduhan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Haringga Sirla, Korban Ketujuh Ricuh Suporter Persib dan Pesija

    Haringga Sirla menjadi korban ketujuh dari perseteruan suporter Persib versus Persija sepanjang 2012 sampai 2018.