Mariam Hamidaddin, Perempuan Arab Saudi Taklukan Kutub Utara

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mariam Hamidaddin. [http://www.abouther.com]

    Mariam Hamidaddin. [http://www.abouther.com]

    TEMPO.CO, Jakarta - Mariam Hamidaddin, perempuan Arab Saudi pertama yang menjajal dan menaklukan keganasan suhu dingin di Kutub Utara. Demikian situs berita www.abouther.com melaporkan.

    Perempuan asal Jeddah itu, tulis abouther, bergabung bersama empat gadis dari Timur Tengah dan tujuh wanita Eropa dalam tim Ekspedisi Kutub Utara Eropa-Arab 2018. Menurut laporan Saudi Gazette, para wanita pemberani itu menghabiskan waktu 10 hari dengan ski guna menaklukan salju berbahaya.

    "Mereka berjalan kaki menggunakan ski berjarak 100 kilometer untuk mencapai tujuan yakni Kutub Utara," kata Saudi Gazette. "Saya sengaja melamar bergabung dengan ekspedisi Kutub Utara sebab perjalanan ini sebuah tantangan sekaligus peluang," ujar Mariam.

    Baca: Arab Saudi Izinkan Perempuan Jadi Sopir Taksi

    Mariam Hamidaddin bersama tim menaklukan Kutu Utara. [Reuters]

    Menurut keterangan di situs resmi ekspedisi, tim ini terdiri dari wanita Eropa dan Timur Tengah yang disiapkan untuk melakukan petualangan guna meningkatkan dialog dan saling memahami antara budaya perempuan Barat dan Arab. "Espedisi ini bertujuan juga untuk memberikan inspirasi kepada semua wanita di manapun."

    Abouther menulis, "Ketika mereka tidak melakukan aktivis ski, para anggota tim itu tidur di dalam tenda di atas gundukan es."

    Menaklukkan alam bersuhu hingga  minus 40 derajat Celsius bukan perkara mudah. Mereka menggunakan kereta luncur guna mengangkut logistik. Tantangan paling berat yang mereka rasakan ketika ada pergerakan es, luncuran gunung es dan ancaman beruang kutub.Mariam Hamidaddin bersama tim ekspedisi Kutub Utara. [http://www.abouther.com]

    Keberhasilan Mariam mengikuti ekspedisi Kutub Utara tersebut mendapatkan perhatian publik Arab Saudi. Foto Mariam dipasang di halaman depan koran Arab News dengan judul "Perjalanan Mariam ke Kutub Utara, Sebuah Inspirasi Bagi Perempuan Kerajaan".

    Baca: Arab Saudi Izinkan Perempuan Berpraktik Notaris

    Perjalanan Mariam ke Kutub Utara itu ternyata menyisahkan derita. Dua pekan setelah menjelajah Kutub Utara, jari-jari Mariam terasa kaku. Dia harus berjuang keras untuk memotong steak dan butuh bantuan untuk mengikat tali sepatunya. "Tenaga medis mengatakan, kondisi itu bisa berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun sebelum dia pulih sepenuhnya," kata Arab News dalam laporannya, Ahad, 20 Mei 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.