Turki Desak Negara Islam Bersatu Hadapi Israel

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Turki, Tayyip Erdogan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson di Ankara, Turki, 15 Februari 2018. REUTERS

    Presiden Turki, Tayyip Erdogan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson di Ankara, Turki, 15 Februari 2018. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak pemimpin negara Islam bersatu melawan Israel. Desakan itu disampaikan Erdogan beberapa hari setelah puluhan warga Palestina tewas ditembak sniper Israel ketika memperingati 70 tahun pendudukan Israel.

    Berbicara dalam forum pertemuan luar biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, Jumat, 18 Mei 2018, Erdogan mengatakan Israel harus bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut dan dunia internasional harus mengutuk.

    Baca: Genosida di Gaza, Turki Tarik Dubes dari Israel - Amerika

    Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier (kiri) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan). [https://aa.com.tr]

    Aksi barbar Israel itu memicu gelombang protes dari negara-negara di Asia, Timur Tengah, hingga Afrika Utara.

    "Pembunuhan massal warga Palestina itu dilakukan oleh para bandit Israel," kata Erdogan di depan para pemimpin negara muslim yang hadir di kota terbesar di Turki, Istanbul. Menurut Erdogan, pembunuhan yang dilakukan serdadu Israel terhadap warga Palestina itu sebagai perilaku premanisme, kekejaman, dan teror negara.

    Baca: Turki: Israel Negara Teroris, Pembunuh Warga Palestina

    Pria Palestina melemparkan batu saat bentrok dengan tentara Israel ketika melakukan aksi menuntut kembali ke tanah leluhur mereka di perbatasan Israel-Gaza di Jalur Gaza, 18 Mei 2018. AP

    Pertemuan negara-negara Islam di Istanbul, Turki, dihadiri sejumlah kepada negara. Namun Arab Saudi, yang menjadi markas OKI yang beranggotakan 57 negara, hanya mengirimkan seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri. Selain itu, Mesir, Bahrain, dan Uni Emirat Arab juga mengirimkan utusan pejabat di bawah menteri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?