Selasa, 23 Oktober 2018

Genosida di Gaza, Turki Tarik Dubes dari Israel -- Amerika

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah), didampingi istrinya Emine (kanan), menghadiri upacara peresmian monumen untuk memperingati korban kudeta militer di Ankara, Turki, 16 Juli 2017. Sekitar 250 orang meninggal pada malam 15 Juli setahun yang lalu. AP

    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah), didampingi istrinya Emine (kanan), menghadiri upacara peresmian monumen untuk memperingati korban kudeta militer di Ankara, Turki, 16 Juli 2017. Sekitar 250 orang meninggal pada malam 15 Juli setahun yang lalu. AP

    TEMPO.CO, Ankara - Pemerintah Turki menarik duta besarnya dari Israel dan Amerika Serikat untuk menunjukkan kemarahannya atas meningkatnya jumlah korban tewas di Gaza dan relokasi Kedutaan Besar Amerika ke Yerusalem.

    Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengumumkan penarikan duta besar ini melalui pidato yang disampaikannya di London, Inggris, pada Senin, 14 Mei 2018.

    “Israel melancarkan teror. Israel adalah negara teror,” kata Erdogan seperti dilansir Times of Israel pada 15 Mei 2018. “Apa yang Israel lakukan adalah genosida."

    Baca: Turki: Israel Negara Teroris, Pembunuh Warga Palestina

    Wakil Perdana Menteri Turki, Bekir Bozdag, juga menyatakan tiga hari berkabung atas tewasnya 55 warga sipil Palestina dalam unjuk rasa menolak pemindahan kedutaan AS ke Yerusalem.

    Seorang demonstran wanita menggunakan ketapel saat melakukan aksi protes menuntut hak untuk kembali ke tanah air mereka di perbatasan Israel-Gaza, 11 Mei 2018. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    Jurubicara Kementerian Luar Negeri Israel, Emmanuel Nahshon, mengatakan Yerusalem menyadari laporan tentang niat Turki untuk menarik kembali duta besarnya tetapi belum menerima pemberitahuan resmi.

    Baca:  Ini Ancaman Turki Jika AS Akui Yerusalem sebagai ibukota Israel

    Erdogan selama ini memposisikan diri sebagai pembela Palestina dan mengecam keras pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibukota Israel. Presiden AS, Donald Trump, merelokasi Kedubes AS ke Yerusalem. Erdogan mengatakan langkah itu merupakan pelanggaran hukum internasional.

    Keputusan Turki untuk menarik kembali utusan ke Israel dan AS dilakukan ketika ribuan orang berkumpul di Ankara untuk mengutuk relokasi kedutaan AS. Massa membakar bendera Amerika dan Israel, dan memprotes bentrokan mematikan di sepanjang perbatasan Israel--Gaza.

    Hubungan Turki--Israel rapuh sejak Pasukan Pertahanan Israel, IDF, menewaskan sembilan aktivis Turki pada 2010 ketika menggerebek sebuah kapal Turki, yang disebut Mavi Marmara.

    Seperti dilansir Reuters, Kapal itu adalah bagian dari armada yang ingin menghancurkan blokade laut Israel di Jalur Gaza dan membawa sejumlah bantuan pangan bagi warga Gaza yang sedang terkena blokade ekonomi oleh Israel.

    Kedua negara memutuskan hubungan diplomatik pada 2011 dan mereka sepenuhnya membangun kembali hubungan diplomatik resmi menjelang akhir 2016. Pengumuman Turki ini datang setelah Afrika Selatan mengumumkan penarikan duta besar dari Israel sebagai protes atas kematian puluhan orang di Gaza.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.