Turki: Israel Negara Teroris, Pembunuh Warga Palestina

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan  berbicara usai melakukan salat jenazah dalam upacara pemakaman Sersan Musa Ozalkan yang gugur dalam tugas operasi militer

    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara usai melakukan salat jenazah dalam upacara pemakaman Sersan Musa Ozalkan yang gugur dalam tugas operasi militer "Ranting Zaitun" yang berbasis di Afrin Suriah, di Ankara, Turki, 23 Januari 2018. AP Photo/Burhan Ozbilici

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang berkomentar soal operasi militer Turki di Afrin, sebelah utara Suriah.

    Kecaman Erdogan itu disampaikan pada Ahad, 1 April 2018, untuk merespons perkataan Netanyahu sebelumnya terkait dengan pembunuhan warga Palestina oleh serdadu Israel di pagar perbatasan Jalur Gaza. Netanyahu juga memberikan label kepada Erdogan sebagai seorang pelaku pengeboman warga desa Kurdi.

    Baca: Presiden Erdogan: Turki Butuh Israel!

    Seorang warga Palestina melemparkan batu menggunakan ketapel kearah tentara Israel saat bentrok ketika melakukan protes yang menuntut hak untuk kembali ke tanah air mereka di perbatasan Israel-Gaza, 1 April 2018. EUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    "Dia mengatakan tentara kami disebut menindas orang-orang di Afrin. Netanyahu, Anda lemah dan miskin," kata Erdogan di depan peserta kongres Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP) di Provinsi Adana, Ahad, 1 April, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.

    "Kami sedang berurusan dengan teroris, tapi Anda tidak. Sebab, Anda adalah sebuah negara teror," ujar Erdogan menambahkan.

    Berbicara mengenai PM Israel sebagai pelaku pendudukan tanah Palestina, Erdogan berucap, "Anda juga seorang teroris. Sejarah merekam apa yang telah Anda lakukan terhadap seluruh bangsa Palestina yang tertindas."

    Seorang warga Palestina melemparkan batu menggunakan ketapel kearah tentara Israel saat bentrok ketika melakukan protes yang menuntut hak untuk kembali ke tanah air mereka di perbatasan Israel-Gaza, 1 April 2018. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

    Sedikitnya 17 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.500 lainnya luka-luka pada Jumat, 30 Maret 2018, ketika pasukan Israel menembakkan senapan berpeluru tajam ke arah pengunjuk rasa "Hari Tanah" di dekat perbatasan Jalur Gaza.

    Baca: Soal Yerusalem, Turki Tak Mau Kompromi

    Hari Tanah adalah sebuah peristiwa untuk memperingati tewasnya enam warga Palestina yang ditembak mati oleh serdadu Israel setelah mereka demonstrasi melawan pemerintah Israel atas pendudukan lahan mereka pada 30 Maret 1976.

    Presiden Turki Erdogan mengutuk keras aksi brutal Israel yang menembak mati warga Palestina pada Jumat pekan lalu. Tindakan Israel itu disebut sebagai sebuah serangan anti-kemanusiaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.