Jumat, 19 Oktober 2018

Eksklusif -- Welsh: Najib Razak Berperan Barisan Nasional Kalah

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Najib Razak, pelaksana tugas Perdana Menteri Malaysia, menggelar jumpa pers pertama pasca pengumuman hasil pemilu Malaysia, yang dimenangkan koalisi Pakatan Harapan, Kamis, 10 Mei 2018. Malaysiakini.com

    Najib Razak, pelaksana tugas Perdana Menteri Malaysia, menggelar jumpa pers pertama pasca pengumuman hasil pemilu Malaysia, yang dimenangkan koalisi Pakatan Harapan, Kamis, 10 Mei 2018. Malaysiakini.com

    TEMPO.COKuala Lumpur – Pengamat politik Malaysia, Bridget Welsh, mengkritik sikap bekas Perdana Menteri, Najib Razak, yang menyebut tidak ada partai politik yang mendapat mayoritas sederhana kursi di parlemen atau Dewan Rakyat.

    “Najib tidak bersikap elegan atau terlihat menyesal dalam pidatonya. Dia dalam penyangkalan mengenai perannya yang menyebabkan Barisan Nasional kalah,” kata Welsh kepada Tempo, Kamis, 10 Mei 2018. “Anda benar, Pakatan Harapan mendapat mayoritas sederhana kursi di parlemen.”

    Baca: Anak Tiri Najib Razak Curcol di Facebook, Lalu Viral

    Seperti diberitakan, Najib Razak, yang mengetuai koalisi partai politik Barisan Nasional mengatakan tidak ada satupun partai yang mendapat mayoritas sederhana pada pemilu Malaysia 2018.

    Mahathir Mohamad, menggelar konferensi pers usai usai dilantik sebagai Perdana Menteri Baru Malaysia di Kuala Lumpur, Malaysia, 11 Mei 2018. Mahathir Mohamad berjaya setelah oposisi Pakatan Harapan yang dipimpinnya memenangkan pemilu dengan perolehan 112 kursi dari 222 kursi parlemen yang diperebutkan. (AP Photo/Andy Wong)

    Najib malah menyarankan kepada Raja Malaysia, Yang Dipertuan Agong Sultan Muhammad V, untuk menentukan siapa yang layak menjadi Perdana Menteri.

    Baca: Kalahkan Najib Razak, Mahathir Mohamad Dilantik Jadi PM Malaysia

    Pada pemilu ini, Najib bertarung dengan bekas mentornya, Mahathir Mohamad, yang memimpin koalisi partai oposisi Pakatan Harapan, yang diusung empat partai.

    Menurut Welsh, Pakatan Harapan terdiri dari Partai Amanah Negara, Partai Keadilan Rakyat, Democratic Action Party dan Partai Pribumi Bersatu Malaysia. Satu partai lainnya yang merapat mendukung PH adalah Partai Warisan Sabah, yang merupakan partai lokal dan beroperasi di negara bagian Sabah saja.

    Kolase foto (kiri) Bridget Welsh, pengamat politik dari John Cabot University, Roma, bekas Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (tengah, berbaju hijau muda) dan bekas Deputi PM Malaysia, Anwar Ibrahim (kanan, berbaju putih). Free Malaysia Today.

    Seperti dilansir KPUM Malaysia atau Election Commission, PH meraih 113 suara, yang berarti di atas ambang batas mayoritas sederhana yaitu 112 dari total 222 kursi di parlemen. Sedangkan Partai Warisan Sabah mendapat 8 kursi. Sehingga totalnya menjadi 121 kursi di parlemen.

    Menurut Welsh, keempat partai ini harus bekerja untuk menangani isu revitalisasi ekonomi, reformasi institusi politik, dan pergerakan sosial dari desa ke kota. “Bakal ada perasaan tertentu di antara partai saat bekerja sama ke depannya,” kata dia.

    Mahathir, Welsh melanjutkan, bakal perlu mencari konsensus di antara keempat partai pengusung Pakatan Harapan. “Ini membutuhkan negosiasi dan upaya ekstra. Dia juga harus menenangkan pasar dengan penunjukan tokoh ekonomi yang tepat,” kata dia.

    Dalam jumpa pers pada Jumat, 11 Mei 2018, Mahathir mengatakan koalisi partai PH bersepakat untuk membentuk kabinet mini yang mengisi posisi kunci terlebih dulu. Mahathir juga pernah mengatakan tidak akan membalas dendam kepada Najib Razak. "Jika dia melanggar hukum biar berhadapan dengan hukum," kata Mahathir.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khashoggi Diduga Dijagal di Kediaman Konjen Arab Saudi

    Jamal Khashoggi mendatangi Konsulat Jenderal Arab Saudi namun tak pernah keluar lagi. Ada dugaan ia dijagal usai dibawa ke kediaman konsul jenderal.