Presiden Trump Ingin Bertemu Kim Jong Un di DMZ

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Payung Presiden AS Donald Trump terbalik oleh hembusan angin saat tiba dengan pesawat Air Force One sdi Pangkalan Angkatan Udara Andrews, Md.,  28 April 2018. Angin kencang merusak payung yang digunakan Trump. AP/Pablo Martinez Monsivais

    Payung Presiden AS Donald Trump terbalik oleh hembusan angin saat tiba dengan pesawat Air Force One sdi Pangkalan Angkatan Udara Andrews, Md., 28 April 2018. Angin kencang merusak payung yang digunakan Trump. AP/Pablo Martinez Monsivais

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden AS Donald Trump menyarankan agar pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dilaksanakan di zona demiliterisasi atau DMZ, Panmunjom.

    Baca: Jokowi: Indonesia Siap Jadi Mediator Pertemuan Trump-Kim Jong Un

    Melalui unggahan di Twitter pada Senin, 30 April 2018, Trump menyarankan pertemuan dirinya dengan Kim Jong Un berlangsung di Gedung Perdamaian di perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan, tempat yang sama saat Kim Jong Un dan presiden Korea Selatan Moon Jae-in melakukan pertemuan bersejarah pekan lalu.

    Baca: Donald Trump Puji Kim Jong Un Sebagai Pria Terhormat

    “Banyak negara menyarankan tempat KTT, tetapi apakah Gedung Perdamaian di Perbatasan Korea Utara & Selatan, menjadi tempat yang lebih reprsentatif,  penting dan abadi daripada negara pihak ketiga? Hanya bertanya!" Kata Trump di Twitter, seperti dilansir Reuters pada 30 April 2018.

    Trump akan bertemu dengan Kim Jong Un dalam beberapa minggu ke depan dengan tempat yang masih belum ditentukan.

    Baca: Kim Jong Un Siap Bahas Denuklirisasi dengan Donald Trump

    Dalam wawancara pada Kamis pekan lalu, Presiden Donald Trump mempertimbangkan 5 lokasi untuk mengadakan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara. Pada akhir pekan lalu jumlahnya mengerucut pada 2 tempat, yakni Ulan Bator, ibu kota Mongolia, dan Singapura.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.