Setelah Rusia, Amerika Sebut Jet Tempur Israel Serang Suriah?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Militer Israel merilis foto udara markas T-4 pangkalan udara Suriah pasca penyerangan Februari 2018. IDF Spokesperson's Unit

    Militer Israel merilis foto udara markas T-4 pangkalan udara Suriah pasca penyerangan Februari 2018. IDF Spokesperson's Unit

    TEMPO.CO, Wasington - Dua pejabat Amerika Serikat mengungkapkan serangan rudal terhadap pangkalan udara T-4 di Suriah dilakukan oleh jet tempur Israel.

    Pernyataan dua pejabat ini, yang tidak dilansir namanya, menyusul pernyataan serupa dari kementerian Pertahanan Rusia beberapa jam sebelumnya, yang menuding jet tempur F-15 Israel melakukan pengeboman.

    Baca: Rusia Tuding Jet Tempur Israel Mengebom Pangkalan Udara Suriah

    “Israel memberitahukan rencana serangan ini di depan,” kata dua pejabat AS yang tidak diungkap namanya seperti dilansir NBC News, Senin, 9 April 2018 waktu setempat.

    Baca:  Amerika Serikat Bakal Bekukan Dana Bantuan ke

    Suriah

    Berita yang dilansir NBC News ini mendapat tanggapan dari media Israel. “Konfirmasi dari pejabat Amerika soal tindakan yang tidak pernah diakui secara resmi oleh Israel menunjukkan adanya hal yang tidak biasa antara hubungan kedua negara,” begitu dilansir Haaretz, Senin, 9 April 2018.

    Serangan senjata kimia yang diduga terjadi di sebuah kota pemberontak di Suriah membuat puluhan orang meninggal.

    Hal seperti ini sebelumnya kerap terjadi pada masa pemerintahan Presiden AS, Barack Obama, yang kemudian diprotes Israel.

    Menurut penjelasan kementerian Pertahanan Rusia, serangan jet tempur F-15 Israel dilakukan dari wilayah udara Lebanon. Kedua jet itu menembakkan delapan rudal Tomahawk dengan lima rudal berhasil dicegat sistem pertahanan anti serangan udara Suriah.

    Kepala The Syrian Observatory For Human Rights, Rami Abdurrahman, mengatakan serangan udara itu menewaskan 14 orang termasuk warga Iran. Sumber lain mengatakan ada 2-3 warga Iran yang tewas di lokasi.

    Setelah tujuh tahun perang sipil Suriah, ibukota Damaskus, dari sisi politik dan keamanan relatif aman. Sumber: Muhammad Ramdhan/PWNI Kemenlu

    Saat dimintai tanggapannya soal ini, juru bicara militer Israel belum berkomentar.

    Sedangkan stasiun televisi Al-Manar milik grup Hizbullah, yang didukung Iran, menuding serangan rudal itu merupakan agresi Israel. Kelompok ini ikut bertempur di Suriah bersama pasukan pemerintah Suriah dan Iran.

    Menurut Haaretz, militer Israel telah menyerang markas T-4 dekat Homs dua kali sebelumnya. Serangan itu menghancurkan pusat kontrol pesawat nirawak militer atau drone militer milik Iran. Serangan itu juga menghancurkan sistem komunikasinya.

    Seperti ramai diberitakan sebelumnya, kantor berita pemerintah Suriah melansir adanya serangan rudal pada Ahad malam dan menuding militer Amerika Serikat sebagai pelakunya. Pejabat AS menanggapi dengan mengatakan mereka tidak sedang melakukan serangan udara di Suriah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.