Selasa, 23 Oktober 2018

Amerika Serikat Bakal Bekukan Dana Bantuan ke Suriah

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Mike Pence melihat Presiden Donald Trump menandatangai hasil pernyataannya di Gedung Putih, di Washington, AS, 6 Desember 2017. Pernyataan Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel bertentangan dengan kebijakan luar negeri AS yang telah berjalan selama tujuh dekade. REUTERS

    Wakil Presiden Mike Pence melihat Presiden Donald Trump menandatangai hasil pernyataannya di Gedung Putih, di Washington, AS, 6 Desember 2017. Pernyataan Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel bertentangan dengan kebijakan luar negeri AS yang telah berjalan selama tujuh dekade. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Gedung Putih telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat membekukan lebih dari US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,7 triliun dana bantuan untuk membantu upaya pemulihan Suriah. Pernyataan itu merupakan buntut dari keputusan Amerika menarik diri dari perang Suriah. 

    Perintah pembekuan dana bantuan untuk Suriah dilontarkan hanya berselang sehari setelah Presiden Donald Trump dalam sebuah pidatonya di Ohio pada Kamis, 29 Maret 2018, mendeklarasikan akan menarik diri dari perang Suriah secepatnya.

    Dikutip dari www.english.alarabiya.net pada Sabtu, 31 Maret 2018, sumber di pemerintah Amerika mengatakan Trump tidak salah ucap dalam pidatonya. Namun Trump sudah beberapa Minggu menentang gagasan komitmen jangka panjang atau jangka menengah Amerika untuk menstabilkan wilayah timur Suriah.

    Baca: Amerika Serikat Tarik Tentara dari Suriah, Milisi SDF Tak Tahu

    Warga berjalan di dekat reruntuhan gedung-gedung di Aleppo, Suriah, 20 Januari 2017. Minggu ini merupakan tahun ketujuh Suriah dilanda peperangan dan kehancuran. Ribuan orang meninggal dunia serta anak-anak kehilangan orang tua, sekolah, tempat tinggal, hingga waktu kecilnya yang seharusnya diisi dengan bermain dan senang-senang. (AP Photo/Hassan Ammar, File) 

    Adapun Wall Street Journal mewartakan Presiden Trump menyerukan pembekuan anggaran dana bantuan bagi Suriah setelah membaca sebuah laporan berita yang menyebut Amerika telah berkomitmen mendanai proses pemulihan Suriah, sebuah negara yang remuk akibat perang sipil selama lebih dari tujuh tahun. 

    Dalam pidatonya di Ohio, Amerika, Kamis lalu, Trump telah memberikan sinyalemen untuk menurunkan intensitas keberadaan negaranya dalam perang melawan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS. Dia ingin keterlibatan Amerika di Suriah sewajarnya.

    “Kami akan keluar dari Suriah, sepertinya secepatnya. Biar orang lain mengurusnya,” kata Trump tanpa merinci siapa yang harus mengurus Suriah.     

     Baca: Assad: merika Serikat dan Turki Keluar dari Suriah

    Amerika Serikat menempatkan lebih dari 2.000 personel militer di wilayah timur Suriah sebagai bagian dari upaya internasional untuk menumpas ISIS, sebuah organisasi garis keras yang menguasai wilayah Suriah dan Irak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.