Rabu, 19 Desember 2018

Selain Pakistan, 5 Pemimpin Negara Ini pernah Dilempar Sepatu

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton menunduk setelah seorang wanita melemparinya dengan benda saat akan berpidato di sebuah konferesi di Institute of Scrap Recycling Industries, Las Vegas, Nevada (10/4). Benda tersebut diduga sebuah sepatu. (Isaac Brekken/Getty Images)

    Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton menunduk setelah seorang wanita melemparinya dengan benda saat akan berpidato di sebuah konferesi di Institute of Scrap Recycling Industries, Las Vegas, Nevada (10/4). Benda tersebut diduga sebuah sepatu. (Isaac Brekken/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Insiden pelemparan sepatu yang menimpa mantan Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif, pada Minggu, 11 Maret 2018, mengingatkan publik pada beberapa pejabat tinggi dunia, yang juga pernah mengalami serangan serupa. Melempar sepatu kepada seseorang dimuka publik bermakna sebagai penghinaan kepada orang yang dilempar. 

    Mantan menteri luar negeri Amerika Serikat, yang pernah maju dalam pemilu Presiden 2016, Hillary Clinton, pernah dilempar sepatu saat baru saja menaiki panggung dan hendak berpidato dalam acara Institute of Scrrap Recycling Industries pada 10 April 2014. Sepatu itu tidak mengenai tubuhnya karena Clinton mengelak ke arah berlawanan. Pelaku pelemparan adalah seorang perempuan dan dalam sepatu yang dilemparkannya terselip kertas yang mengenai operasi "Cynthia" di Bolivia Agustus 1967.

    Baca: Pejabat Pakistan Dilempar Sepatu Wartawan

    Mantan presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dalam kunjungannya ke Mesir pada 5 Januari 2013 dikejutkan oleh aksi seorang yang melempar sepatu ke arahnya saat berada di sebuah masjid al-Husein, Kairo. Kelompok suni di Mesir kecewa dengan Iran yang mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Pelaku adalah yang seorang laki-laki asal Suriah. Sedangkan Ahmadinejad segera dilarikan ke tempat yang aman oleh para pengawalnya.

    Gambar hasil rekaman kamera yang disiarkan AP hari ini (15/12) memperlihatkan seorang pria mecoba melempar presiden George W. Bush dengan sepatu saat jumpa pers di Bagdad kemarin. Foto: AP

    Yang masih lekat dalam ingatan adalah ketika seorang wartawan Irak nekad melempar sepasang sepatunya ke arah Presiden George W. Bush, yang ketika itu menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat. Kejadian pelemparan sepatu ini terjadi setelah Bush bersalaman dengan Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki, di Kantor Perdana Menteri di Baghdad, Minggu, 14 Desember 2008.

    Baca: 3 Pelaku Pelemparan Sepatu pada Mantan PM Pakistan Adalah Aktifis

     

    Sambil melempar sepatu, wartwan Irak itu juga mengucapkan kata-kata kotor pada Bush. Para pengawal Maliki segera melindungi Bush dan mengusir wartawan ini dari ruang pertemuan.

    Menjadi sasaran pelemparan sepatu pernah pula dialami oleh Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, saat berada di Sevilla, Spanyol. Pada Februari 2010, seorang Kurdi berkewarganegaraan Suriah berusia 26 tahun, mencoba melempar sepatu kepada orang nomor satu di Turki itu sambil meneriakkan ‘panjang umur Kurdistan’. Erdogan segera mengelak dari lemparan sepatu itu.

    Seperti dikutip dari www.indiatoday.in, mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, dilempar sebuah telur dan sepatu saat dia sedang berada di pinggiran kota Dublin, Irlandia, dalam acara penandatanganan bukunya berjudul ‘Sebuah Perjalanan’. Untung saja ‘rudal’ itu tidak mengenai Blair, yang namanya sering diplesetkan dengan ‘B-liar’ oleh para pengkritiknya. Kritikus menyebut Blair bertanggung jawab atas perang Irak dan bersama Amerika Serikat membuat klaim palsu soal keberadaan senjata pemusnah masal di negara 1001 malam itu. Terakhir, bekas PM Pakistan mengalaminya pada pekan lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.