3 Konselor Penyintas Teror 9/11 Tewas Ditembak Veteran Afganistan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengeluarkan seorang lelaki dengan tangan terborgol dan membawanya masuk ke rumah sakit di dekat sekolah menengah Marjory Stoneman Douglas High School, Florida, Amerika Serikat, WSVN.com via REUTERS

    Polisi mengeluarkan seorang lelaki dengan tangan terborgol dan membawanya masuk ke rumah sakit di dekat sekolah menengah Marjory Stoneman Douglas High School, Florida, Amerika Serikat, WSVN.com via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Aksi kekerasan pecah di Pathway Home, panti veteran sejumlah perang yang melibatkan Amerika Serikat termasuk penyintas teror 9/11 di wilayah utara California pada Sabtu, 10 Maret 2018, waktu setempat. Tiga perempuan yang bekerja untuk program konseling di panti itu dan pelaku penyanderaan, tewas di tempat.     

    Aksi penyanderaan berujung maut ini berawal ketika pada Jumat, 9 Maret 2018 lalu, aparat kepolisian menahan Albert Wong di Pathway Home di wilayah Yountville, California. Namun sekitar delapan jam kemudian, Wong menyandera tiga perempuan yang bekerja di sana, yakni Christine Loeber 48 tahun, Jennifer Golick 42 tahun, dan Jennifer Gonzales, 29 tahun. 

    Wong adalah seorang veteran, yang pernah bertugas selama satu tahun di Afganistan, mengutip ABC News. 

    Baca: Sejarah Dunia 25 April: Penyanderaan di Kedubes AS

    Polisi Amerika Serikat. Lucas Jackson/Reuters 

    Panti veteran terbesar di Amerika Serikat ini adalah sebuah LSM, yang mengoperasikan banyak fasilitas dan membantu para veteran militer pasca teror 11 Sepember 2001 atau teror 9/11  agar bisa membaur dalam kehidupan sosial mereka. Bantuan lain yang diberikan adalah konseling klien-klien post-traumatic stress disorder atau PTSD.     

    “Ini adalah sebuah berita tragis, yang tidak pernah kami harapkan untuk menyampaikannya ke publik,” kata Chris Childs, Wakil kepala patroli polisi jalan raya Golden Gate, Minggu 11 Maret 2018, seperti dikutip dari CNN. 

    Hingga berita ini diturunkan, otoritas berwenang di California belum menjelaskan motif penyanderaan dan penembakan oleh pelaku. Wong, 36 tahun, dari Sacramento, pernah menjadi klien Pathway Home, namun dia meninggalkan fasilitas itu dua pekan lalu.         

    Baca: Penembakan di Amerika Serikat, Donald Trump Salahkan FBI 

    Dua sumber di bagian penegakan hukum Amerika Serikat, yang tidak mau dipublikasi identitasnya mengatakan kepada CNN, Wong eks veteran perang Afganistan itu sebelum melakukan aksinya, pernah mengancam seorang perempuan. Atas perbuatannya, dia lalu dikeluarkan dari program tersebut. Detail ancaman pun tidak dipublikasikan.     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.