Berkonflik dengan Trump, Dua Pejabat Gedung Putih Bakal Mundur?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rob Porter dan Donald Trump. Reuters

    Rob Porter dan Donald Trump. Reuters

    TEMPO.CO, Washington – Dua pejabat Gedung Putih dikabarkan bakal mengundurkan diri menyusul konflik berkepanjangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Keduanya adalah Penasihat Keamanan Nasional H.R. McMaster dan Kepala Staf John Kelly. McMaster merupakan pejabat militer dengan pangkat letnan jenderal angkatan darat. Sedangkan Kelly merupakan pensiunan jenderal angkatan laut.

    Penasihat keamanan nasional Amerika Serikat, H. R. McMaster. [www.middleeastmonitor.com]

    Baca: Donald Trump Ingin Mempersenjatai Guru

    "Terjadi pertempuran terus-menerus antara Trump dan para jenderalnya," kata seorang pejabat di Gedung Putih secara anonim kepada Reuters, Kamis, 22 Februari 2018.

    Baca: Penembakan di Amerika Serikat, Donald Trump Salahkan FBI

    Reuters melansir friksi berkepanjangan antara Presiden Trump dan kedua jenderal ini telah mencapai titik yang bakal membuat salah satu atau keduanya mengundurkan diri.

    Menurut Reuters, ketegangan juga terjadi antara Trump dan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dan Jaksa Agung Jeff Sessions.

    Ditanya soal ini, juru bicara Gedung Putih, Raj Shah, mengatakan, "Presiden punya keyakinan penuh kepada anggota timnya." Sedangkan sekretaris media, Sarah Sanders, mengatakan pada Selasa lalu bahwa Trump masih mempercayai Jenderal McMaster.

    Baik McMaster maupun Kelly tidak merespons mengenai apakah mereka akan melanjutkan pekerjaan di Gedung Putih.

    Trump baru-baru ini mengkritik lewat akun Twitter-nya @realdonaldtrump atas pernyataan MacMaster di Konferensi Keamanan di Munich, Jerman. McMaster meyakini adanya intervensi politik Rusia atas pemilihan Presiden AS pada 2016, yang kerap diragukan oleh Trump.

    Kelly dan McMaster dikabarkan sering menyatakan kekecewaannya atas pernyataan Trump di publik mengenai mereka. Keduanya kerap menilai pernyataan Trump sebagai penghinaan.

    Ketegangan terbaru terjadi menyangkut akses menantu Trump, Jared Kushner, atas dokumen rahasia pemerintah. Ini terkait pengetatan akses keamanan di Gedung Putih menyusul skandal kekerasan domestik yang melibatkan Rob Porter, yang merupakan pegawai lingkaran satu Trump yang akhirnya mengundurkan diri.

    Bagi Trump, urusan akses keamanan ini merupakan hal pribadi. "Jika Trump membuat aturan khusus bagi anggota keluarganya, saya tidak yakin Kelly dan McMaster bakal mendukung," kata seorang pejabat Gedung Putih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.