Pangeran Alwaleed bin Talal Bebas, Dipaksa Bayar Rp 80 Triliun

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Miliarder Arab Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal saat berada di kamar suite di Ritz-Carlton, Riyadh, Arab Saudi, 27 Januari 2018.Pangeran Alwaleed memiliki kekayaan hingga 17 miliar dollar Amerika Serikat atau Rp 226,13 triliun. REUTERS/Katie Paul

    Miliarder Arab Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal saat berada di kamar suite di Ritz-Carlton, Riyadh, Arab Saudi, 27 Januari 2018.Pangeran Alwaleed memiliki kekayaan hingga 17 miliar dollar Amerika Serikat atau Rp 226,13 triliun. REUTERS/Katie Paul

    TEMPO.CO, Jakarta - Miliader top Arab Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal, bebas dari tahanan setelah dia membayar kewajiban kepada Komite Antikorupsi. Alwaleed ditahan di Hotel Rizt-Carlton Riyadh sejak November 2017.

    Newsweek dalam laporannya menyebutkan, Alwaleed yang juga anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi dan tidak menjabat di pemerintahan itu bebas dari "rumah tahanan termewah di dunia" pada Sabtu, 27 Januari 2018.

    Baca: Kasus Korupsi, Arab Saudi Bebaskan Dua Taipan

    Salah ruangan kamar suite miliarder Arab Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal ditahan di Ritz-Carlton, Riyadh, Arab Saudi, 27 Januari 2018. Pangrean Alwaleed ditahan dengan berbagai tuduhan tindakan pelanggaran hukum, seperti pencucian uang, penyuapan, dan pemerasan. REUTERS/Katie Paul

    "Dia salah satu dari 17 pangeran dan pejabat tinggi Arab Saudi yang ditahan pada November 2017 setelah diduga terlibat korupsi oleh Kerajaan," tulis Newsweek.

    Salah seorang manusia terkaya di dunia itu diperkirakan memiliki kekayaan senilai US$ 17 miliar atau setara dengan Rp 226 triliun. Menurut sejumlah laporan sebagaimana dikutip Newsweek, Sabtu, 27 Januari 2018, Alwaleed dipaksa membayar uang sebesar US$ 6 miliar atau sekitar Rp 81 triliun agar bebas dari tahanan.

    Baca: Arab Saudi: Ingin Bebas, Pangeran Alwaleed Bayar Rp 81 Triliun

    Pangeran Alwaleed bin Talal akhirnya menjual pesawat ini dengan harga yang tidak diungkapkandan menggunakan uang tersebut untuk berinvestasi di bisnis di Arab Saudi dan Timur Tengah. ausbt.com.au

    Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Alwaleed membantah dia bersalah terlibat korupsi sehingga menolak membayar sejumlah uang yang diminta oleh Komite Antikorupsi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.