Kasus Korupsi, Arab Saudi Bebaskan Dua Taipan

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud berbincang dengan putranya, Pangeran Mohammed bin Salman. REUTERS

    Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud berbincang dengan putranya, Pangeran Mohammed bin Salman. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kerajaan Arab Saudi membebaskan dari tahanan dua taipan yang dituduh melakukan korupsi akhir tahun lalu. "Pembebasan keduanya dilakukan setelah ada kesepakatan dengan Kerajaan," tulis The National, Sabtu, 27 Januari 2018.

    Salah satu tersangka korupsi yang dibebaskan adalah Fawaz Al Hokair, miliuner pendiri salah satu perusahaan eceran di Arab Saudi.

    Baca: Arab Saudi Perintahkan Penangkapan Buronan Korupsi di Luar Negeri

    Putra Mahkota, Mohammed bin Salman. AFP PHOTO / HO / SPA

    "Tersangka lain yang bebas dari tahanan adalah Waleed al-Ibrahim, bos televisi yang bermarkas di Dubai. Dia meninggalkan hotel akhir pekan lalu," kata pejabat Arab Saudi yang tak bersedia disebutkan namanya.

    Sementara itu, Pangeran Alwaleed bin Talal berharap segera bebas dari tahanan dalam beberapa hari ke depan. Hal itu disampaikan Alwaleed kepada Reuters ketika melakukan wawancara khusus di Hotel Ritz-Carlton, Riyadh.

    Baca: Arab Saudi Perintahkan Penangkapan Buronan Korupsi di Luar Negeri

    Alwaleed bin Talal. AFP Photo

    Pangeran Alwaleed sangat yakin bahwa dia bakal bebas dalam waktu dekat karena tudingan korupsi tidak terbukti. "Saya akan segera bebas dan meninggalkan hotel ini karena tuduhan korupsi oleh Kerajaan benar-benar tidak terbukti," ujar Pangeran Alwaleed kepada Reuters di Arab Saudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.