Dihantam Rudal Houthi, Wakil Mendagri Yaman Nyaris Tewas

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang bocah laki-laki membawa senapan saat mengikuti aksi dukungan terhadap kelompok Houthi yang berjuang melawan pasukan pemerintah Yaman, di Sanaa, Yaman, 13 Januari 2017. REUTERS/Khaled Abdullah

    Seorang bocah laki-laki membawa senapan saat mengikuti aksi dukungan terhadap kelompok Houthi yang berjuang melawan pasukan pemerintah Yaman, di Sanaa, Yaman, 13 Januari 2017. REUTERS/Khaled Abdullah

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Menteri Dalam Negeri Yaman, Naser Lakhshaa, lolos dari serangan rudal yang dilancarkan milisi Houthi di Provinsi Taiz. Namun, serangan rudal pada Senin waktu setempat itu berhasil menewaskan 11 orang.

    Seperti dilansir kantor berita Turki Anadolu Agency, Selasa 23 Januari 2018, milisi Houthi menembakkan rudal ke arah parade militer yang dihadiri Lakhshaa dan pejabat-pejabat militer senior di barak al-Khayyami di Taiz bagian selatan.

    "11 orang tewas dan puluhan luka-luka," kata Moaz Mahyub, petugas medis di Taiz kepada Anadolu Agency. Televisi pro-Houthi, Al-Masira yang mengutip sumber militer Yaman, membenarkan serangan tersebut.

    Baca juga:

    Sebelum Terbunuh, Eks Presiden Yaman Tinggalkan Pesan

    Yaman mulai dilanda perang sejak 2014, ketika milisi Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara tersebut, termasuk ibu kota Sanaa. Pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kemudian mendirikan pemerintahan sementara di Kota Aden.

    Maret 2015, koalisi Arab Saudi menggempur Yaman untuk memerangi milisi Houthi.

    Namun, korban tewas akibat serangan udara Saudi justru lebih banyak dialami warga sipil. Blokade Saudi terhadap bantuan kemanusiaan pun menyebabkan mayoritas penduduk Yaman kini dalam kondisi sangat memprihatinkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.