Berunjuk Rasa, 11 Pangeran di Arab Saudi Ditahan

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud berbincang dengan putranya, Pangeran Mohammed bin Salman. REUTERS

    Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud berbincang dengan putranya, Pangeran Mohammed bin Salman. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Kerajaan Arab Saudi menahan 11 Pangeran setelah mereka berunjuk rasa memprotes keputusan Kerajaan yang mewajibkan para Pangeran harus membayar rekening listrik dan air konsumsi.

    "Mereka juga menolak meninggalkan Istana Kerajaan," tulis Al Bawaba, Sabtu, 6 Januari 2018.

    Baca: Saudi Kutip PPN 5 Persen, Biaya Umrah dan Haji Naik 5-10 Persen

    Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud. AFP/AFPTV

    Media Timur Tengah lainnya, Saudi News dan Al Marsad, menulis, mereka menuntut pula kompensasi keuangan terhadap salah satu sepupunya.

    Salah seorang pengacara mereka mengatakan kepada situs berita Arab Saudi bahwa kliennya dipaksa meninggalkan Istana Kerajaan dan membayar rekening listrik serta air yang selama ini digunakan.Putra Mahkota, Mohammed bin Salman. AFP PHOTO / HO / MISK

    "Klien kami ditangkap oleh Garda Kerajaan sesuai perintah Raja," ucapnya tanpa menyebutkan nama.

    Baca: 6 Perubahan Terbesar Terjadi di Arab Saudi Tahun 2018

    Beberapa sumber situs berita ini mengatakan, Kerajaan memperlakukan semua warga negara sama, tidak melihat status, kesamaan derajat sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Kerajaan Arab Saudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.