Jenderal Cina: Perang Pecah di Semenanjung Korea Maret 2018

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara dan warga Korea Utara mengunjungi patung Presiden Kim Il Sung dan Pemimpin Kim Jong Il saat memperingati ulang tahun ke-6 kematian pemimpin Kim Jong Il di Pyongyang, 18 Desember 2017. KCNA/via REUTERS

    Tentara dan warga Korea Utara mengunjungi patung Presiden Kim Il Sung dan Pemimpin Kim Jong Il saat memperingati ulang tahun ke-6 kematian pemimpin Kim Jong Il di Pyongyang, 18 Desember 2017. KCNA/via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -Jenderal pensiunan Cina memperingatkan, perang di Semenanjung Korea akan pecah antara saat ini hingga Maret 2018.

    Letnan Jenderal Wang Hongguang ini kemudian mendesak Cina untuk segera memobilisasi pertahanan untuk mengantisipasi perang di Semenanjung Korea.

    Baca: Antisipasi Perang, Cina Bangun Kamp Pengungsi Dekat Korea Utara

    "Perang di Semenanjung Korea akan pecah kapan saja antara saat ini hingga Maret tahun depan," kata Wang dalam forum tahunan yang diselenggarakan harian Cina, Global Times, dan dikutip oleh Independent.co.uk, 18 Desember 2017.

    Cina, Wang melanjutkan, harus siap secara mental atas potensi perang Korea terjadi dan mobilisasi pertahanan harus dilakukan di kawasan timur laut Cina.

    Peta Fasilitas Nuklir Korea Utara dan pangkalan angkatan udara dan angkatan laut AS. Telegraph.co.uk

    Baca: Kim Jong Un Perintahkan Semua Warga Korea Utara Keluar dari Cina

    "Mobilisasi seperti ini bukan untuk melancarkan perang, tapi untuk tujuan defensif," kata Wang.

    Selain itu, Wang juga memperingatkan resiko signifikan jika pecah perang di Semenanjung Korea, yakni kontaminasi nuklir dan gempa di Cina.

    Adapun Korea Selatan memperingatkan Dewan Keamanan PBB bahwa Korea Utara sudah dalam tahap final untuk menggunakan senjata nuklir.

    Baca: Jika Kim Jong Un Serang Rudal Balistik, Ini Langkah Trump

    Setelah peluncuran rudal nuklir antarbenua terbaru dan terkuat, Hwasong-15 pada 29 November lalu, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah mengumumkan negaranya sepenuhnya sebagai negara pemilik senjata nuklir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.