[Slide} 5 Hal Penting tentang Yerusalem yang Perlu Anda Ketahui

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga pemuda Palestina berlatih parkour skills di Kota Tua Yerusalem, pada Februari 2014. Keputusan Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel mendapat tentang dari sejumlah pemimpin negara. REUTERS/Ammar Awad

    Tiga pemuda Palestina berlatih parkour skills di Kota Tua Yerusalem, pada Februari 2014. Keputusan Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel mendapat tentang dari sejumlah pemimpin negara. REUTERS/Ammar Awad

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengumuman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai kebijakan pemerintahannya terkait status Kota Yerusalem mendapat perhatian dunia internasional. Berbagai upaya diplomasi, pernyataan politis, hingga aksi unjuk rasa terjadi menanggapi kebijakan Trump itu.

    Baca: Tokoh Agama Indonesia Tolak Keputusan Trump Soal Yerusalem

    Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, misalnya, sedang berupaya melobi Uni Eropa agar mendukung kebijakan Trump ini. Namun, upaya lobi ini nampaknya kurang berhasil karena para menteri luar negeri UE memutuskan menolak kebijakan Trump dan tidak akan memindahkan kantor kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Kota Yerusalem.

    Baca: Liga Arab Minta DK PBB Batalkan Putusan Trump Soal Yerusalem

     

    "Saya pikir tidak ada negara yang akan memindahkan kantor kedubesnya ke sana. Saya lihat negara-negara EU juga tidak akan melakukannya," kata Margot Wallstrom, seorang top diplomat asal Swedia, seusai mengikuti rapat tertutup para menlu UE dengan Netanyahu di kantor pusat UE di Brussel, Senin, 11 Desember 2017, waktu setempat.

    Paus Fransiskus juga mengulangi kembali sikapnya agar semua pihak menghormati status quo Kota Yerusalem sebagai kota internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dia meminta semua pihak menghormati tempat suci ketiga agama yaitu Kristen, Yahudi dan Islam di Yerusalem.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.