Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jepang: Korea Utara Belum Tentu Uji Coba Nuklir

image-gnews
KOREA UTARA melakukan sejumlah uji coba Misil Balistik Antar Benua (Intercontinental Ballistic Missile) sepanjang tahun 2017. Salah satu tipe peluru tersebut mampu mengancam Inggris, Libya, Australia, Selandia Baru, dan bahkan Amerika Serikat.
KOREA UTARA melakukan sejumlah uji coba Misil Balistik Antar Benua (Intercontinental Ballistic Missile) sepanjang tahun 2017. Salah satu tipe peluru tersebut mampu mengancam Inggris, Libya, Australia, Selandia Baru, dan bahkan Amerika Serikat.
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Jepang telah mendeteksi sinyal radio yang menunjukkan Korea Utara kemungkinan sedang melakukan pesiapan peluncuran misil balistik.

"Namun sinyal tersebut tidak menunjukkan aktivitas seperti biasanya dan foto satelit tidak melihat aktivitas terbaru," kata sumber pemerintahan Jepang, Selasa, 28 November 2017.

Baca: Korea Utara Uji Coba Nuklir Terbaru, Bentuknya Mini

26-inter-misilKoreaUtara

Setelah penembakan misil ke angkasa sekitar dua atau tiga bulan lalu sejak April 2017, Korea Utara menghentikan peluncuran misil pada September 2017.

"Deteksi sinyal ini belum cukup untuk bahan kesimpulan jika Korea Utara benar-benar melakukan persiapan peluncuran misil," kata sumber seperti dikutip Reuters.

Kantor berita Kyodo Jepang melaporkan pada Senin dini hari, 27 November 2017, pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan waspada setelah menangkap sinyal radio yang kemungkinan ada peluncuran misil balistik dalam beberapa hari lagi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Laporan Kyodo itu juga menyebutkan sinyal tersebut kemungkinan terkait dengan latihan militer Korea Utara pada musim dingin.Misil Korea Utara ikut dipamerkan dalam parade militer peringatan 60 tahun gencatan senjata Perang Korea yang berlangsung di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang, (27/7). AP/David Guttenfelder

Korea Utara sedang mengejar pengembangan senjata nuklir dan misil untuk melawan sanksi Dewan Keamanan PBB serta menyatakan secara terbuka merencanakan mengembangkan kemampuan misilnya mencapai daratan Amerika Serikat.

Baca: Korea Utara Diduga Uji Coba Rudal Berbahan Bakar Solild

"Dua misil Korea Utara sebelumnya melintas di wilayah udara Jepang," tulis Reuters.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, mengutip sumber pemerintahan Korea Selatan, juga melaporkan, pejabat intelijen Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang baru-baru ini mendeteksi sinyal kemungkinan ada peluncuran misil Korea Utara dan mengeluarkan peringatan dini untuk waspada.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Diplomat Singapura Dituduh Merekam Bocah Laki-laki di Pemandian Umum Jepang

1 jam lalu

Warga membersihkan tubuh di tempat pemandian umum yang disebut `sento` di Tokyo, Jepang, 5 Oktober 2015. Pada tahun 1960, ada lebih dari 2.600 tempat pemandian umum di Tokyo, karena di rumah warga jarang ada yang memiliki kamar mandi sendiri. REUTERS/Issei Kato
Diplomat Singapura Dituduh Merekam Bocah Laki-laki di Pemandian Umum Jepang

Seorang diplomat Singapura dituduh merekam bocah berusia 13 tahun di Jepang yang sedang mandi.


Tiga Sikap Korea Selatan atas Kiriman Balon Sampah dari Korea Utara

2 jam lalu

Kantor berita Korsel, Yonhap, melaporkan ratusan balon yang membawa sampah itu melintasi perbatasan kedua negara dan mendarat di berbagai wilayah Korsel sejak Selasa (28/5) malam. Menurut Kepala Staf Gabungan Korsel (JCS), balon-balon itu bahkan mencapai provinsi tenggara Gyeongsang Selatan. South Korean Defence Ministry
Tiga Sikap Korea Selatan atas Kiriman Balon Sampah dari Korea Utara

Korea Selatan merespons kiriman balon sampah dari Korea Utara


Halangi Pemandangan ke Gunung Fuji, Apartemen 10 Lantai Jepang Dihancurkan

5 jam lalu

Gunung Fuji Jepang (Pixabay)
Halangi Pemandangan ke Gunung Fuji, Apartemen 10 Lantai Jepang Dihancurkan

Apartemen 10 lantai yang hampir selesai di ibu kota Jepang dihancurkan karena halangi pemandangan ke Gunung Fuji


Top 3 Dunia: Negara Sulit Dikunjungi Hingga Guterres Sambut Resolusi DK PBB Soal Gaza

6 jam lalu

Warga berkumpul di lokasi gedung rusak yang diduga oleh media Suriah dan Iran sebagai serangan udara Israel terhadap konsulat Iran di ibu kota Suriah, Damaskus, 1 April 2024.  REUTERS/Firas Makdesi
Top 3 Dunia: Negara Sulit Dikunjungi Hingga Guterres Sambut Resolusi DK PBB Soal Gaza

Berita Top 3 Dunia pada Rabu 12 Juni 2024 diawali oleh informasi enam negara di dunia yang sulit dikunjungi, termasuk Korea Utara dan Suriah.


Pemimpin Oposisi Korea Selatan Didakwa atas Transfer Dana ke Korea Utara

19 jam lalu

Lee Jae-myung, pemimpin oposisi utama Partai Demokrat, menghadiri acara pembubaran kamp pemilihan untuk pemilihan parlemen ke-22 di Seoul, Korea Selatan, 11 April 2024. REUTERS/Kim Hong-Ji
Pemimpin Oposisi Korea Selatan Didakwa atas Transfer Dana ke Korea Utara

Pemimpin oposisi utama Korea Selatan Lee Jae-myung didakwa pada Rabu 12 Juni 2024 atas tuduhan suap dan transfer dana ke Korea Utara


Korea Utara hingga Suriah, Inilah 6 Negara yang Sulit Dikunjungi

1 hari lalu

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri upacara peletakan batu pertama pembangunan pabrik di Kabupaten Songchon, Korea Utara, 28 Februari 2024. KCNA via REUTERS
Korea Utara hingga Suriah, Inilah 6 Negara yang Sulit Dikunjungi

Beberapa negara ini memiliki kebijakan visa yang sulit. Akibatnya negara tersebut sulit untuk dikunjungi wisatan atau pelancong.


Perang Psikologi dan K-pop: Korea Utara vs Korea Selatan

1 hari lalu

Selebaran anti-Korea Utara yang dirancang oleh kelompok aktivis yang berbasis di Seoul untuk dibawa dengan balon melintasi wilayah Korea Utara, saat berada di Seoul, Korea Selatan, 3 Juni 2024. Kelompok yang memiliki sekitar 30 anggota inti dan didanai oleh keuangan serta sumbangan anggotanya sendiri, sebelumnya tidak merinci kegiatannya kepada media. REUTERS/Kim Hong-Ji
Perang Psikologi dan K-pop: Korea Utara vs Korea Selatan

Hubungan Korea Utara dan Korea Selatan yang secara teknis masih dalam perang memanas setelah pengiriman balon-balon sampah dari utara ke selatan.


Usai Kiriman Balon Sampah Korut, Korea Selatan Lepas Tembakan Peringatan di Perbatasan

1 hari lalu

Sebuah balon yang diyakini dikirim oleh Korea Utara, membawa berbagai benda termasuk benda yang tampak seperti sampah, terlihat di sebuah taman di Incheon, Korea Selatan, 2 Juni 2024. Yonhap via REUTERS
Usai Kiriman Balon Sampah Korut, Korea Selatan Lepas Tembakan Peringatan di Perbatasan

Korea Selatan melepaskan tembakan peringatan setelah sekitar 20 orang tentara Korea Utara melintasi Garis Demarkasi Militer.


Korea Selatan Tak Nyalakan Pengeras Suara Propaganda setelah Korea Utara Kirim Balon Isi Sampah

2 hari lalu

Sebuah balon yang diyakini dikirim oleh Korea Utara, membawa berbagai benda termasuk benda yang tampak seperti sampah, terlihat di sebuah taman di Incheon, Korea Selatan, 2 Juni 2024. Yonhap via REUTERS
Korea Selatan Tak Nyalakan Pengeras Suara Propaganda setelah Korea Utara Kirim Balon Isi Sampah

Militer Korea Selatan memutuskan untuk tidak menyalakan pengeras suara propaganda di dekat perbatasan dengan Korea Utara setelah mendapat peringatan.


Balas Membalas Korea Selatan dan Korea Utara dalam Perang Balon Kiriman

2 hari lalu

Sebuah balon berisi sampah yang diyakini dikirim oleh Korea Utara sampai ke Incheon, Korea Selatan, 2 Juni 2024. Korea Utara kembali membuat tindakan yang bisa memprovokasi kemarahan Korea Selatan dengan mengiriman 600 balon yang berisi sampah. Yonhap via REUTERS
Balas Membalas Korea Selatan dan Korea Utara dalam Perang Balon Kiriman

Korea Utara tetap mengirimkan balon berisi sampah dan kotoran ke Korsel, Korea Selatan pun membalas mengarahkan pengeras suara ke Korea Utara.