Dialog Amerika-Korea Utara Berakhir Setelah Bom Dijatuhkan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson di Departemen Luar Negeri di Washington, AS, 22 Maret 2017. REUTERS

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson di Departemen Luar Negeri di Washington, AS, 22 Maret 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson menegaskan, diplomasi dengan Korea Utara akan terus diupayakan hingga bom pertama dijatuhkan.  Tillerson mengatakan Presiden Donald Trump yang memberi instruksi untuk melanjutkan diplomasi dengan Korea Utara.

    "Trump telah memberikan kejelasan kepada saya untuk melanjutkan upaya diplomasi," kata Tillerson kepada CNN, Minggu, 15 Oktober 2017.

    Baca: Ejek Tillerson, Trump Anggap Dialog dengan Korea Utara Sia-sia

    Pernyataan Tillerson ini muncul sehari sebelum latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan di Semenanjung Korea yang dituding Pyongyang sebagai upaya invasi.

    Tillerson tidak menanggapi pertanyaan jurnalis tentang pernyataan mengejek Trump atas upayanya membangun dialog dengan Pyongyang yang disampaikan di Beijing, Cina awal Oktober lalu. Ia hanya mengatakan Trump berusaha memotivasi tindakan.

    Baca: Diambang Perang Dunia III? 4 Kapal Induk AS Kepung Korea Utara

    "Saya katakan ke Rex Tillerson, Menteri Pertahanan kami yang hebat, bahwa dia akan menghabiskan waktunya dengan berupaya bernegosiasi dengan Si Manusia Roket Mungil itu," kata Trump melalui akun Twitternya mengejek upaya dialog yang digagas Tillerson.

    Menurut Rex Tillerson, meskipun melalui akun Twitter Presiden Trump menganggap diplomasi tidak akan berhasil, namun ia ingin menghindari terjadinya kekerasan.

    CNN | MARIA RITA 

    Baca juga: Pak Jokowi, Ternyata Inilah Pemicu Heboh Senjata Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.