Menlu Retno Menyakini, Dunia Tak Diam Soal Rudal Korea Utara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi membacakan surat Kartini pada acara

    Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi membacakan surat Kartini pada acara "Panggung Para Perempuan Kartini" di Museum Bank Indonesia, Kota, Jakarta, 11 April 2017. Kegiatan istimewa ini digelar TEMPO dalam memperingati Hari Kartini. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyakini dunia tidak akan tinggal diam perihal uji coba peluncuran rudal oleh Korea Utara. Setidaknya, kata Retno, hal itu akan disinggung dalam sidang Majelis Umum PBB.

    "Hampir semua Menlu akan berada di sidang Majelis Umum PBB di bulan September ini. Saya rasa masalah Korea Utara akan menjadi topik bahasan," ujar Retno di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 29 Agustus 2017.

    BACA: Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal Balistik

    Sebagaimana diketahui, Korea Utara belum lama ini menembakkan satu rudal balistik melewati Pulau Hokaido, Jepang, ke arah Samudra Pasifik. Menurut media Jepang, NHK, rudal diluncurkan dari sebuah lokasi di dekat Pyongyang, ibu kota Korea Utara, pukul 06.00 waktu setempat.

    Peluncuran rudal pada Selasa pagi itu diduga sebagai bentuk protes terhadap latihan militer tahunan yang sedang berlangsung di Korea Selatan. Latihan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea pasca uji coba dua rudal balistik Korut dan ancamannya untuk menyerang pangkalan militer AS di Guam.

    BACA: 4 Alasan AS Belum Siap Berperang Melawan Korea Utara

    Retno menyakini masalah itu akan dibahas di sidang Majelis Umum PBB karena aksi Korea Utara itu sendiri bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB. Spesifiknya, melanggar 2270 (2016), 2321 (2016), 2356 (2017), dan 2371 (2017).

    Di sisi lain, perihal sikap Indonesia terhadap peluncuran rudal itu, Retno menegaskan Indonesia bersikap konsisten. Dengan kata lain, menentang peluncuran rudal tersebut.

    "Posisi indonesia itu selalu konsisten bahwa kita tidak ingin melihat satu negara secara terus menerus melanggar DK PBB," ujar Retno. Sebagai catatan, Indonesia mengajukan diri sebagai anggota tidak tetap DK PBB.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.