Sepak Terjang Jurnalis Swedia Korban Mutilasi di Kapal Selam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan Swedia, Kim Wall yang dinyatakan hilang sejak 10 Agustus 2017, setelah menaiki kapal selam UC3 Nautilus, buatan Peter Madsen, seorang pengusaha dan insinyur kedirgantaraan. TT NEWS AGENCY/ Tom Wall Handout via REUTERS

    Wartawan Swedia, Kim Wall yang dinyatakan hilang sejak 10 Agustus 2017, setelah menaiki kapal selam UC3 Nautilus, buatan Peter Madsen, seorang pengusaha dan insinyur kedirgantaraan. TT NEWS AGENCY/ Tom Wall Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Kopanhagen -Kim Wall,  jurnalis wanita asal Swedia, ditemukan tewas dimutilasi. Tubuhnya ditemukan tanpa kepala di tepi sungai Kopenhagen. Siapa Kim wall dan bagaimana sepak terjangnya dalam dunia jurnalistik di Swedia?

    Wall berusia 30 tahun merupakan jurnalis lepas yang menulis laporannya untuk media internasional  The New York Times, Vice dan TIME. Wall meliput berita di berbagai negara di dunia. Menurut Ingrid Wall, sang ibu kandung, Wall juga meliput ke Haiti, Uganda dan Sri Lanka.

    "Dia menyuarakan suara orang-orang lemah, rentan, dan dipinggirkan," kata Ingrid mengutip TIME.  

    Baca: Sempat Hilang, Jurnalis Wanita Swedia Ditemukan Tanpa Kepala

    Wall menyelesaikan kuliahnya di tiga universitas ternama dunia yakni Universitas Sorbonne, Paris, Prancis; London School of Economic, dan Universitas Columbia di New York City Sebelum kematiannya, Wall tinggal di New York City dna Beijing.

    Sebelum menghilang, kekasih Wall memberitahukan kepada polisi bahwa Wall tidak kembali ke rumah setelah bepergian ke luar negeri untuk meliput disain kapal selam yang dibuat seorang ahli luar angksa, Peter Madsen.

    Madsen menjadi tersangka pembunuhan Wall. Hal mencurigakan adalah pernyataan Madsen tentang Wall yang berubah-ubah. Awalnya, Madsen mengatakan dirinya mengantar Wall di area pelabuhan yang terpencil di Kopanhagen.

    Setelah itu ia mengubah penjelasannya bahwa Wall tewas dalam kecelakan kapal selam di luar. Lalu ia menguburkannya di laut. Ucapan Madsen ini disampaikan sebelum penemuan potongan kepala yang kemudian dilakukan tes DNA dengan sisir dan sikat gigi Wall.

    Sadis, potongan kepala Wall ditemukan dengan logam pemberat yang diyakini digunakan untuk menenggelamkan tubuhnya. Polisi bahkan menemukan tanda seseorang berusaha memaksanya jasadnya tidak muncul di permukaan air.

    Dan, polisi menemukan jejak darah di kapal selam Madsen, yang menurut aparat setempat kapal selam itu sengaja ditenggelamkan.

    Peristiwa kematian jurnalis wanita Swedia ini mengingatkan orang-orang pada film serial The Bridge. Dalam film serial yang skenarionya ditulis Hans Resenfeldt, film ini diawali dengan penemuan tubuh wanita yang dimutilasi dan potongan tubuhnya ditemukan di dekat Kopanhagen.

    Polisi Swedia masih mencari tahu motif pembunuhan sadis jurnalis Swedia, Kim Wall dan alasan membunuh jurnalis yang reputasinya diakui media internasional itu.

    TIME | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.