Barat Kecam Peluncuran Roket Iran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah misil balistik milik Iran yang disimpan di ruang bawah tanah di lokasi yang dirahasiakan, 8 Maret 2016. Meski dapat memuat hulu ledak nuklir, rudal-rudal milik Iran diklaim hanya untuk kepentingan penggentar konvensional. Di antara sejumlah rudal, ada yang mampu menjangkau target sejauh 2.000 kilometer sehingga secara teori sanggup mencapai Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah. REUTERS

    Sejumlah misil balistik milik Iran yang disimpan di ruang bawah tanah di lokasi yang dirahasiakan, 8 Maret 2016. Meski dapat memuat hulu ledak nuklir, rudal-rudal milik Iran diklaim hanya untuk kepentingan penggentar konvensional. Di antara sejumlah rudal, ada yang mampu menjangkau target sejauh 2.000 kilometer sehingga secara teori sanggup mencapai Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah. REUTERS

    TEMPO.CO, Teheran - Sejumlah negara Barat sekutu Amerika Serikat, Jerman, Prancis dan Inggris mengecam peluncurakn roket Iran ke udara pada 27 Juli 2017.

    Mereka menyampaikan kecamannya melalui sebuah surat yang ditujukan kepada Dewan Keamanan PBB, Rabu, 2 Agustus 2017.

    Menurutnya, peluncuran roket tersebut tidak sesuai denga isi kesepakatan nuklir yang diteken oleh Iran pada Juli 2015.

    Baca: Amerika Menyetujui Penghapusan Sanksi Nuklir Iran

    "Simorgh adalah kendaraa peluncur udara jika dikembangkan sebagai rudal balistik akan memiliki jarak tempuh hingga 300 kilometer dan sanggup membawa kepala nuklir," isi surat yang ditujukan kepada Dewan Keamanan PBBB.

    "Peluncuran ini sebagai sebuah ancaman dan langkah provokatif oleh Iran," bunyi surat yang disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB oleh dutar besar Amerika Serikat Nikki Hayden atas nama keempat negara Barat.

    Menanggapi langkah negara-negara Barat tersebut Iran menyampaikan bantahannya. Menurut Negeri Mullah tersebut, peluncuran roket bukan pelanggaran resolusi yang mereka sepakati.

    "Kami sama sekali tidak mencoba mengembangkan senjata nuklir," kata Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, Jumat, 28 Juli 2017

    Dia menjelaskan, negaranya akan melanjutkan program nuklir sepenuhnya demi kepentingan kemanusiaan bukan untuk kebutuhan militer.

    Baca: Tak Peduli Sanksi, Iran Lanjutkan Program Nuklir 

    "Justru pemerintahan Amerika Serikat melakukan pelemahan kesepakatan nuklir," ucapnya, Sabtu, 29 Juli 2017.

    Menurut duta besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, kepada wartawan di New York, Rabu, 2 Agustus 2017, peluncuran roket ke udara oleh Iran bukan sebuah pelanggaran kesepakatan.

    DEUTSCHE WELLE | CHOIRUL AMINUDDIN 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.