Wisata ke Laut Merah, Saudi Akan Izinkan Minuman Beralkohol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan menikmati air di sebuah pantai di resor Laut Merah, Sharm el-Sheikh, Kairo, 27 Maret 2015. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

    Wisatawan menikmati air di sebuah pantai di resor Laut Merah, Sharm el-Sheikh, Kairo, 27 Maret 2015. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

    TEMPO.CO, Riyadh - Arab Saudi  meluncurkan proyek pariwisata internasional yang dikenal sebagai 'Proyek Laut Merah', dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menarik lebih banyak wisatawan. Dan, demi menarik wisatawan asing, pemerintah Saudi mempertimbangkan untuk mengizinkan minuman beralkohol disediakan di kawasan wisata ini.

    Hal itu, diumumkan Ketua Dana Investasi Publik, Wakil Putera Mahkota Mohammed Salman Abdulaziz Al Saud pada Senin, 31 Agustus 2017.

    Baca: 3 Serangan Milisi Houthi yang Mengejutkan Arab Saudi  

    Dia mengatakan, proyek dilaksanakan dengan kerjasama sebuah perusahaan hotel terbesar dunia dan ketika siap, kelak bakal menjadi salah satu lokasi wisata yang memiliki keindahan alam.

    Resort akan dibangun antara kota Amlaj dan Al-Jawh dengan memiliki 50 pulau alami di Laut Merah, hanya beberapa kilometer dari gunung berapi aktif di daerah Harat Alrahat.

    Baca: Arab Saudi, Pendukung Utama Ekstremisme di Inggris

    Seperti yang dilansir Telegraph pada 1 Agustus 2017, Kerajaan Saudi juga telah bersiap  untuk mengendurkan hukum yang ketat seperti melarang minum alkohol, untuk menarik lebih banyak wisatawan Barat.

    Pembangunan tahap awal diharapkan rampung pada kuartal ketiga 2019 dan fase pertama pembangunan dijadwalkan selesai pada kuartal akhir 2022.

    Proyek itu adalah sejalan dengan rencana pengembangan ekonomi Arab Saudi di bawah Wawasan 2030, yang mencantumkan pariwisata sebagai salah satu sektor ekonomi yang paling penting.

    TELEGRAPH|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?