Serangan Marawi, Maute Sandera Sejumlah Pastur Filipina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara dilaporkan bertempur dengan kelompok afiliasi ISIS di Marawi, Filipina. Twitter.com

    Tentara dilaporkan bertempur dengan kelompok afiliasi ISIS di Marawi, Filipina. Twitter.com

    TEMPO.CO, Manila—Pemimpin umat Katolik Filipina hari ini mendesak pemerintah untuk segera membebaskan sejumlah sandera dalam serangan Marawi, termasuk sejumlah pastur.

    Seperti dilansir GMA News, Rabu 24 Mei 2017, Presiden Konferensi Uskup Katolik Filipina (cbcp), Uskup Agung Socrates Villegas meminta militer membebaskan Pastur Teresito Chito Suganob dan sejumlah koleganya yang disandera oleh kelompok Maute.

    Baca: Teror ISIS, Presiden Duterte Tetapkan Darurat Militer di Mindanao

    Mereka diculik setelah kelompok bersenjata ini menyerbu masuk Katedral St. Mary di Kota Marawi. “Kelompok ini mengancam akan membunuh para sandera jika operasi militer pemerintah tidak dihentikan,” kata Villegas.

    Uskup Edwin dela Peña yang membawahi Keuskupan Marawi mengatakan kelompok Maute menyerbu rumah Suganob yang berada di dalam kompleks Katedral. Bersama Suganob, kelompok ini juga menyandera sedikitnya 13 orang.

    “Mereka meminta saya agar mendesak militer untuk menghentikan operasi militer dan menyatakan gencatan senjata,” ujar dela Peña dalam wawancara dengan radio DZMM.

    Warga Filipina menggunakan tagar #PrayforMarawi di sosial media dan memohon doa bagi parfa sandera.

    Villegas memohon agar operasi militer pemerintah mempertimbangkan keselamatan para sandera.

    Adapun pemerintah lokal Marawi hingga kini masih memverifikasi dugaan penculikan dan sandera ini.

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberlakukan darurat militer di pulau Mindanao menyusul baku tembak antara tentara dan kelompok bersenjata di kota Marawi pada Selasa malam.

    Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana mengatakan, baku tembak terjadi ketika polisi dan tentara bergerak untuk melaksanakan perintah penahanan seorang pemimpin Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon.

    Baca: Milisi Jaringan ISIS Kuasai Rumah Sakit dan Pasien di Filipina

    Lorenzana melanjutkan, sejumlah anggota kelompok Maute kemudian menyerbu Marawi City sebagai bentuk respon atas rencana penahanan itu.

    "Baku tembak pecah dan tentara pemerintah bereaksi sesuai prosedur. Namun, di malam hari, kelompok Maute sempat membakar sejumlah fasilitas kota," ujar Lorenzana.

    Beberapa fasilitas yang dibakar, lanjut Lorenzana, misalnya gereka Santa Maria, penjara kota, sekolah Ninoy Aquino, dan Kolose Dansalan.

    Saat ini, tambah dia, personel militer tambahan sudah dikirim ke Marawi City dari Zamboanga dan Manila.

    "Situasi di Marawi masih terkendali dan pasukan keamanan saat ini bertahan sambil menunggu bala bantuan tiba," Lorenzana menegaskan.

    ABS CBN | GMA | INQUIRER | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.