Pria India Luka Parah Gara-Gara Ikan Hidup Masuk Mulut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hasil ronsen seorang pria yang kesulitan bernafas karena ada ikan hidup di kerongkongannya. mirror.co.uk

    Hasil ronsen seorang pria yang kesulitan bernafas karena ada ikan hidup di kerongkongannya. mirror.co.uk

    TEMPO.CO, New Delhi - Seorang pria di India mengalami detik-detik menegangkan ketika seekor ikan hidup tanpa sengaja melompat masuk ke dalam rongga tenggorokannya sehingga menyebabkan ia sulit bernafas dan berbicara.

    Dalam insiden yang terjadi baru-baru ini, korban bernama Santos Dash sedang memancing di sebuah kolam dekat Odisha sebelum ikan yang ditangkapnya terlepas dan melompat memasuki mulutnya secara tidak sengaja.

    Ikan yang mencoba berenang memasuki rongga tenggorokan menyebabkan pria ini mengalami kesulitan untuk bernapas.

    Baca: Hiii, Ada Kecoa Hidup di Dalam Kepala Perempuan Ini

    Warga yang kebetulan berada di lokasi kejadian kemudian membawa Dash ke rumah sakit terdekat, tetapi nahasnya, tim medis gagal mengeluarkan ikan tersebut.

    Ia kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Appolo di Bhuwaneshwar yang terletak sekitar 200 kilometer dari kampungnya di Podadhia. Dokter akhirnya berhasil mengeluarkan ikan itu menggunakan alat penjepit khusus.

    Pemeriksaan lanjut menemukan tenggorokan pria itu mengalami luka parah akibat terkena sirip tajam ikan bersangkutan.

    Wakil rumah sakit itu, Dr Sanjeev Gupta mengatakan, pada awalnya, dia hanya melihat ekor ikan tersebut yang berukuran 10 sentimeter.

    "Kami membawanya ke kamar bedah sebelum memulai proses mengeluarkan ikan tersebut menggunakan alat khusus," kata Dr Gupta menurut laporan portal Mirror pada 14 Mei 2017.

    Pria India itu kini dalam proses pemulihan dan harus memakai tabung hidung selama 10 hari sampai benar-benar pulih.

    MIRROR | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.