Gara-gara Berbahasa Inggris, Pria India Dikeroyok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Rajanish Kakade

    AP/Rajanish Kakade

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria terkejut ketika sekelompok pria memarahinya dan mengeroyoknya karena berbicara bahasa Inggris di Newl Delhi, ibukota India.

    Polisi New Delhi mengatakan,  Varun Gulati dari Noida yang berusia 22 tahun diserang 2 pemuda setelah berbahasa Inggris dengan temannya. Kedua pemuda yang jadi tersangka itu  diidentifikasi sebagai Rubal Singh dan Mandeep Singh.

    Baca: Demi Uang, Anggota Keluarga yang Tua di India Jadi Mangsa Harimau

    Seperti yang dilansir Hindustan Times pada 13 September 2017, polisi masih mencari 2 tersangka lainnya yang turut menyerangn Gulati.

    Menurut penyelidikan polisi, Gulati mengikuti pendidikan di Sekolah Internasional Ryan Noida. Dimana dia belajar bahasa Inggris dan dapat mengucapkannya dengan lancar. Gulati menjadi agen real estate tak lama setelah mendapatkan gelar sarjana.

    Pada hari Sabtu pekan lalu, Gulati mengantar temannya Aman dan Daksh ke hotel Eros Shangri-La di Ashoka Road, New Delhi. Setelah mengantar temannya ke hotel, dia kembali ke mobilnya sendirian.

    Sebelum masuk ke mobilnya, Rubal, Mandeep dan 2 pria lainnya mulai memarahi Gulati karena telah berbicara bahasa Inggris di India.

    Baca: Pewaris Taipan di India Jadi Buruh Miskin? Begini Kisahnya 

    Salah satu dari mereka menarik sebuah batang besi dan Gulati dipukuli. Keempat tersangka kemudian melarikan diri dari tempat kejadian.

    Ketika Gulati mulai berteriak minta tolong, para penyerang tersebut melarikan diri dengan kendaraan SUV. Namun, Gulati melihat nomor polisi SUV tersebut dan memberitahukannya kepada seorang pejalan kaki untuk memberitahukan ke pihak berwenang.

    Polisi patroli kemudian mengejar mobil SUV tersebut dan mencegatnya di Sardar Patel Marg dekat Dhoula Kuan dan menahan para penyerang.

    Gulati menderita luka di wajahnya dan seluruh tubuhnya. Dia dibawa ke rumah sakit Ram Manohar Lohia, New Delhi, India untuk menjalani perawatan.

    HINDUSTN TIMES|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.