Duh, Pidato Capres Prancis Marine Le Pen Dianggap Plagiat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marine Le Pen. Reuters

    Marine Le Pen. Reuters

    TEMPO.CO, Paris - Calon Presiden Prancis, Marine Le Pen, dituding melakukan plagiat atas pidato lawan politik yang dikalahkan, Francois Fillon, ketika menyampaikan sambutan pada Hari Buruh Senin, 1 Mei 2017.

    Beberapa isi pidato Le Pen di Villepinte, sebelah utara Paris, menggunakan beberapa kata yang digunakan Fillon dalam orasinya pada 15 April 2017.

    Le Pen pada pemilihan presiden putaran kedua, Ahad, 7 Mei 2017, berhadapan dengan Emmanuel Macron.

    Baca: Angkat Suara, Zidane Minta Warga Prancis Tak Pilih Marine Le Pen

    Isi pidato Le Pen yang mirip dengan ucapan Fillon itu disiarkan melalui saluran televisi Ridicute di YouTube. Pidato ini sejatinya dibuat oleh pendukung Fillon untuk menyerang Macron sebelum Fillon kalah pada putaran pertama.

    Ridicute TV mengatakan, calon presiden dari sayap kanan itu menjiplak pidato Fillon kata demi kata. "Kami sengaja menampilkannya, biar pemirsa yang menilai."

    Selain ke YouTube, pidato tersebut juga ditampilkan di Twitter.

    Para pembantu Le Pen membantah apa yang disampaikan calon presiden dari Front Nasional ketika memberikan sambutan pada Hari Buruh itu menjiplak pidato Fillon.

    Florian Philippot, Wakil Pemimpin Partai Front Nasional, mengatakan, isi pidato itu bukan menjiplak tapi mirip dengan pidato Fillon bulan lalu.

    Meskipun dibantah namun pidato itu tetap mendapatkan ejekan dari publik.

    Di antara isi pidato yang dianggap hasil jiplakan itu ketika Marine Le Pen menyebutkan bahwa Prancis memiliki tiga perbatasan dengan Saluran Inggris, Laut Utara dan Atlantik. Hal itu pernah disampaikan oleh Fillon dalam pidatonya pada 15 April 2017 sebelum dikalahkan Le Pen pada pemilihan presiden putaran pertama.

    BBC | GUARDIAN | CHOIRUL AMINUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.