Pelaku Teror London Pernah Terlibat Kejahatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Soerang pelaku penyerangan dibawa petugas medis saat berada di tempat kejadian di luar Gedung Parlemen London, 22 Maret, 2017. (Stefan Rousseau/PA via AP).

    Soerang pelaku penyerangan dibawa petugas medis saat berada di tempat kejadian di luar Gedung Parlemen London, 22 Maret, 2017. (Stefan Rousseau/PA via AP).

    TEMPO.CO, London -Polisi Inggris mengumumkan pelaku teror di London bernama Khalid Masood, 52 tahun. Meski tidak pernah masuk dalam catatan terlibat kasus teroris, namun pria kelahiran Kent__di tenggara kota London__punya rekam jejak sejumlah kasus kriminal.

    "Masood saat ini tidak dalam penyelidikan dan tidak tidak ada informasi intelijen sebelumnya mengenai kecenderungannya melakukan serangan teror," ujar Polisi dalam pernyataannya yang dikutip dari Reuters, 23 Maret 2017.

    Berita terkait: Pelaku Teror London Sudah Lama Dibidik Intelijen Inggris

    Begitupun, polisi Inggris memiliki rekam jejak Masood dalam beberapa kasus kriminal seperti penyerangan, termasuk pelecehan yang membahayakan, memiliki senjata dan terlibat pelanggaran ketertiban masyarakat.

    Dakwaan pertama Massood terjadi pada November 1983 untuk kasus kriminal berbahaya. Kasus terakhir yang menjerat Masood pada Desember 2003 atas kepemilikan pisau.

    Dalam teror yang dilakukan Masood pada Rabu, 22 Maret 2017 sore di jembatan Westmister, Masood menyewa mobil Hyundai Tucson dari perusahan penyewaan mobil Enterprise's Spring Hill yang berkantor cabang di Birmingham.

    Berita terkait: Pelaku Teror London Berwajah Asia, Berjanggut, Usia 40-an

    Masood menabrakan mobil Hyundai yang disewanya ke arah pejalan kaki di jembatan Westminster hingga menewaskan lima orang dan sekitar 40 orang terluka.

    Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan  pelaku teror di kawasan Westminster, London, Inggris merupakan  pria kelahiran Inggris yang telah lama masuk dalam radar badan intelejen Inggris, MI5. Pelaku diduga memiliki keterkaitan dengan kegiatan ekstrimisme.

    "Identitasnya telah diketahui polisi dan MI5, dan karena pertimbangan penyelidikan, identitasnya belum dapat dirilis ke publik. Yang saya bisa konfirmasikan bahwa pria itu lahir di Inggris dan beberapa tahun yang lalu ia pernah diselidiki sehubungan dengan ekstremisme," kata May di hadapan anggota parlemen, seperti dilansir Guardian pada 23 Maret 2017.

    REUTERS | GUARDIAN| MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.