Warga Kurdi Beraksi Melawan Saddam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bagdad: Bekas Presiden Irak yang terjungkal, Saddam Hussein, 69 tahun, untuk pertama kalinya pada hari ini menghadapi kesaksian warga Kurdi. Saksi itu menuduhnya memerintahkan pasukan Irak membantai warga sipil belasan tahun lalu.Pada hari kedua peradilan Saddam di Pengadilan Tinggi Irak itu, para jaksa menghadirkan warga Kurdi di Irak Utara. Mereka bersaksi atas kekejaman Kampanye Anfal pada 1987-1988, yang membekap bekas diktator itu dengan tuduhan genosida.Jaksa membeberkan sedikitnya 182 ribu warga tewas akibat serangan udara dan gas beracun oleh pasukan Irak di "zona terlarang". "Pada 16 April 1987 sore, saat warga pulang, 8-12 jet tempur meraung di udara," kata warga Kurdi, Ali Mustafa Hama, bersaksi. Pesawat tempur itu memuntahkan peluru di Desa Belisand dan Sheikwasan.Para penuntut diperkirakan memainkan kesaksian bahwa peristiwa Anfal dikaitkan dengan penggunaan senjata kimia yang terlarang. Namun, dalam persidangan kemarin dua pembantu Saddam yang ikut dipersalahkan menilai bahwa peristiwa itu sah-sah saja terjadi dalam konteks perang Iran-Irak, karena gerilyawan Kurdi bekerja sama dengan Iran melawan militer Irak.AFP | AP | DWI ARJANTO

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.