Trump Ajak Rakyat Amerika Serikat Lupakan Perdebatan Panas Saat Kampanye

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump menggenggam tangan istirnya Melania Trump setibanya dalam kampanye menjelang pemilihan umum, di Wilmington, Carolina Utara, AS, 5 November 2016. AP Photo

    Calon Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump menggenggam tangan istirnya Melania Trump setibanya dalam kampanye menjelang pemilihan umum, di Wilmington, Carolina Utara, AS, 5 November 2016. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump, meminta rakyat Amerika mengesampingkan semua perdebatan panas dalam masa kampanye menjelang pemungutan suara dan bersama-sama membangun negara.

    "Sudah saatnya mengesampingkan semua perbedaan dan bersama-sama membangun Amerika Serikat," ucap Trump dalam pidato kemenangannya di depan para pendukungnya di New York, sebagaimana dilaporkan dalam siaran langsung saluran Washington Post, Rabu, 9 November 2016, WIB.

    Ia membuka pidatonya dengan mengatakan sudah mendapatkan ucapan selamat dari Hillary Clinton, lawannya dalam pemilihan ini. "Clinton telah menelepon saya dan mengucapkan selamat kepada kita semua atas kemenangan bersejarah ini," ujar Trump.

    "Kita berutang budi kepada Clinton karena beliau telah mengabdi selama 30 tahun bagi negara ini. Namun kini saatnya membuat Amerika Serikat hebat kembali," tuturnya.

    Trump akan menjadi presiden tertua yang pernah terpilih di Amerika Serikat, yakni pada usia 70 tahun. Istrinya, Melania, merupakan imigran kedua yang berhasil tinggal di Gedung Putih sebagai Ibu Negara.

    Trump berhasil mengalahkan rivalnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, dalam pemilihan umum Presiden Amerika Serikat dengan meraih setidaknya 276 suara elektoral.

    Clinton sendiri tidak akan berpidato mengakui kekalahannya saat ini dan meminta pendukungnya tetap menunggu sampai semua suara dihitung, kata manajer kampanye Clinton.

    Trump berhasil memenangi suara di sejumlah negara bagian dengan kecenderungan mengambang—bukan merupakan wilayah tradisional Partai Republik dan Partai Demokrat serta selalu menjadi kunci dalam pemenangan kursi presiden—seperti Ohio dan Florida.

    Trump bahkan secara mengejutkan juga merebut sejumlah negara bagian yang diperkirakan jajak pendapat Washington Post akan dimenangi dengan aman oleh Clinton, seperti Pennsylvania, Wisconsin, dan Iowa.

    Pada 2012, lima negara bagian itu dimenangi calon presiden inkumben, Barack Obama, yang berasal dari Partai Demokrat.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.